Petinju kelas berat Tyson Fury dilaporkan ingin melakoni satu pertarungan lagi sebelum bertemu dengan rival senegaranya, Anthony Joshua, yang dijadwalkan pada akhir 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh promotornya, Frank Warren, kepada media.
Fury dan Joshua sebelumnya telah menandatangani kontrak untuk pertarungan yang sangat dinantikan ini, yang direncanakan berlangsung pada kuartal keempat tahun ini, meskipun tanggal dan lokasi resmi belum diumumkan. Diperkirakan, pertarungan tersebut akan diadakan di Inggris. Dalam persiapan menghadapi duel besar tersebut, Fury tidak ingin berlama-lama absen dari ring dan meminta satu laga tambahan sebagai pemanasan sebelum melawan Joshua. Warren menyatakan, “Saya pikir Tyson ingin bertarung lagi sebelum itu. Kita lihat saja nanti.”
Tyson Fury baru saja kembali dari masa pensiun dengan meraih kemenangan atas Arslanbek Makhmudov pada 11 April, yang memperpanjang catatan rekornya menjadi 35 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang, dengan 24 di antaranya melalui knockout. Menariknya, setelah kemenangan tersebut, Fury meminta Joshua untuk tidak menghadapi lawan lain sebelum duel mereka, namun rencana ini tidak sejalan dengan pihak Joshua.
Joshua sendiri dijadwalkan untuk bertanding pada 25 Juli melawan Kristian Prenga di Riyadh, Arab Saudi, sebagai bagian dari upayanya kembali ke ring setelah terlibat dalam kecelakaan mobil yang menewaskan dua rekannya pada bulan Desember lalu. Promotor Joshua, Eddie Hearn, menegaskan pentingnya laga pemanasan untuk memastikan kondisi petinjunya sebelum menghadapi Fury, mengingat situasi yang dialami Joshua dalam beberapa bulan terakhir.
Duel antara Fury dan Joshua telah lama dinantikan oleh penggemar tinju di seluruh dunia. Pertarungan antara kedua petinju Inggris ini dianggap sebagai salah satu yang terbesar dalam divisi kelas berat selama satu dekade terakhir. Dengan kedua petinju berencana menjalani laga tambahan, kemungkinan besar duel puncak mereka akan tetap sesuai jadwal, namun dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap. Keputusan Fury untuk bertarung sebelum menghadapi Joshua menunjukkan ambisinya untuk menjaga ritme bertanding dan memastikan performa terbaik saat pertarungan besar tersebut terlaksana.