Logo
Sepakbola

Vinicius Junior Minta Perlindungan Lebih dari Wasit

Vinicius Junior baru saja menerima skorsing empat pertandingan dari Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) dan meminta agar wasit memberikan perlindungan lebih kepada pemain penyerang.

B
Bayu Biru
16 October 2026 23 pembaca
Foto: REUTERS/Alejandro Martinez Velez
Foto: REUTERS/Alejandro Martinez Velez

Vinicius Junior, pemain Real Madrid, baru saja dijatuhi hukuman skorsing selama empat pertandingan oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Keputusan ini diambil setelah insiden kartu merah yang diterimanya saat timnya meraih kemenangan 1-0 atas Villarreal di LaLiga pada akhir pekan lalu. Ia diusir dari lapangan setelah terlibat dalam aksi menjambak rambut Nathan Saliba.

Skorsing tersebut terdiri dari dua pertandingan akibat tindakan kasar yang dilakukan Vinicius saat tidak dalam posisi berduel untuk mendapatkan bola, serta dua pertandingan lainnya karena sikap agresifnya saat mengajukan protes kepada ofisial. Hukuman ini mengejutkan penyerang berusia 26 tahun tersebut.

Harapan untuk Perlindungan Pemain Penyerang

Dalam situasi ini, Vinicius memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Pemain tim nasional Brasil ini berharap agar wasit lebih melindungi para penyerang yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan, seperti dirinya. Ia menyatakan, "Wajar kalau suporter lawan mencemoohku, karena tugasku memang mencetak gol ke gawang tim mereka. Namun aku tidak paham dengan keputusan wasit. Berdasarkan statistik, aku sudah dilanggar sebanyak 500 kali, tetapi pelanggaran-pelanggaran tersebut hanya berujung pada lima kartu merah."

Kritik Terhadap Keputusan Wasit

Vinicius juga menyoroti bahwa seringkali kartu kuning justru diberikan kepada pemain penyerang, termasuk dirinya. Ia menambahkan, "Kita perlu melindungi pemain-pemain yang menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam permainan, seperti Lamine (Yamal) di Barcelona atau Julián (Alvarez) di Atleti." Ia merasa bahwa pemain bertahan sering kali dibiarkan melakukan pelanggaran terhadapnya sepanjang pertandingan, sementara pada akhirnya, justru dirinya yang mendapatkan kartu.

Hukuman ini tentunya menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama terkait dengan perlindungan yang seharusnya diberikan kepada pemain yang berkontribusi besar dalam permainan.

Artikel Terkait