Jakarta - Atlet biasanya mengandalkan olahraga beban atau kardio untuk mempertahankan kondisi fisik mereka. Namun, yoga juga telah menjadi rahasia di balik kesuksesan banyak atlet, baik dalam aspek fisik maupun mental. Praktik yoga lebih dari sekadar meningkatkan fleksibilitas atau meditasi; teknik ini dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan, daya tahan, dan konsentrasi mental seorang atlet. Saat ini, banyak atlet profesional yang memanfaatkan yoga untuk mengasah kemampuan mereka, baik di lapangan, trek, maupun arena kompetisi.
Contoh nyata dapat dilihat pada pesepakbola terkenal seperti Erling Haaland dan Mohamed Salah yang rutin melakukan yoga. Atlet di Indonesia pun telah mengadopsi yoga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Manfaat Yoga bagi Atlet
Berdasarkan informasi dari berbagai literatur yang dikumpulkan, terdapat lima manfaat yoga bagi atlet, antara lain meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas, memperkuat otot, meningkatkan fokus dan konsentrasi, mempercepat proses pemulihan setelah latihan berat, serta mengurangi risiko cedera. Pernyataan ini juga didukung oleh Sunil Karamchandani dari Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre yang mewakili Kedutaan Besar India, dalam acara One Earth & Meditation Festival ke-18 yang diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram.
Sunil, yang juga seorang dokter dalam bidang penyembuhan holistik, menekankan pentingnya yoga untuk meningkatkan fokus para atlet agar dapat meraih prestasi yang diinginkan. "Para calon atlet jika ingin membanggakan Indonesia, maka mereka harus fokus, bersemangat dan memiliki will power, dengan mulai mengatur nafas agar mental dapat lebih terkendali," ujar Sunil di hadapan sekitar 300 pelajar di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Ragunan, pada hari Minggu (21/6).
Pentingnya Kesehatan Mental dalam Olahraga
Dian Martin, Ketua Asosiasi Meditasi, Ausadh, dan Yoga Indonesia (AMAYI), turut menambahkan bahwa mental yang kuat sangat diperlukan untuk meraih kemenangan, karena atlet tidak hanya perlu mengandalkan fisik semata. Acara di PPOP Ragunan ini merupakan puncak perayaan International Day of Yoga (IDY) ke-12 dengan tema Yoga for Holistic Health: Menjaga Keutuhan Manusia di tengah dunia yang bergejolak. Festival ini dimulai dengan pre-event di Universitas Amikom Yogyakarta, yang dihadiri oleh 600 peserta pada hari Jumat (19/6).
Festival tersebut ditutup di Anand Ashram Ubud, Bali, dengan program "Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony," yang mencakup kegiatan Meditasi & Chanting, Purifikasi Diri dan Lingkungan, Samskriti Sindhu, serta Perayaan Budaya Dunia. Guruji Anand Krishna menyatakan, "Yoga adalah seni hidup dalam kesadaran. Saat tubuh, napas, pikiran, emosi, dan jiwa selaras, manusia menemukan kembali keutuhannya. Di tengah dunia yang penuh gejolak, kedamaian bukan sesuatu yang dicari di luar, melainkan sesuatu yang dibangun dari dalam diri."
Anand juga mengembangkan Ananda's Integral Meditative Yoga (AIM Yoga), yang dikenal sebagai Yoga dengan Afirmasi. Metode ini merupakan praktik yoga holistik khas Nusantara yang mengintegrasikan gerakan tubuh, olah napas, relaksasi, meditasi, dan afirmasi positif, serta dapat dilakukan oleh semua kalangan dan usia.