Alex Marquez menjelaskan alasannya tidak mengambil risiko untuk menyalip kakaknya, Marc Marquez, pada Sprint MotoGP Australia 2026 yang berlangsung di Phillip Island. Meskipun ia merasa memiliki kecepatan untuk meraih posisi terdepan, pembalap dari Gresini Racing ini menilai manuver tersebut terlalu berbahaya.
Dalam balapan yang berlangsung pada hari Sabtu, Alex Marquez berhasil finis di posisi kedua setelah Marc Marquez lebih dahulu menyentuh garis finis. Hasil ini menandai finis satu-dua bagi kedua bersaudara tersebut dalam balapan Sprint di musim ini. Namun, posisi kedua Alex juga dipengaruhi oleh kecelakaan yang dialami oleh Jorge Martin, yang sebelumnya berada di posisi kedua sebelum terjatuh, sehingga Alex dapat naik satu peringkat dan menyelesaikan balapan di belakang Marc.
Pertimbangan Risiko di Lintasan
Setelah balapan, dalam wawancara dengan DAZN, Alex menjelaskan bahwa ia sempat memiliki kesempatan untuk menantang kakaknya. Namun, kondisi di lintasan membuatnya memilih untuk tidak mengambil risiko dalam merebut posisi pertama. “Pada akhirnya, saya berhasil mengejar mereka. Kemudian, saya melihat Jorge terjatuh. Saat itu, saya sendiri sudah sedikit melewati batas,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa ia memiliki kecepatan untuk mencoba menyalip Marc, tetapi menurutnya, risiko yang ada terlalu besar untuk diambil. “Memang benar saya punya kecepatan untuk mencoba menyerang Marc, tetapi risikonya terlalu besar,” jelas Alex.
Kesadaran akan Persaingan Gelar Juara
Alex juga menyadari bahwa Marc sedang bersaing untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026. Faktor ini menjadi salah satu pertimbangan saat ia memutuskan untuk tidak melancarkan serangan. “Bagaimanapun, dia sedang berjuang untuk gelar juara. Saya juga harus menyadari hal itu. Kami bersaudara dan berada dalam satu tim. Ketika ada risiko, saya harus mempertimbangkannya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pada awalnya ada kesempatan untuk menyerang dengan lebih aman, namun situasi di lintasan berubah, sehingga Alex memilih untuk mempertahankan ritme balapnya hingga garis finis. Keputusan ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan Alex membantu Marc dalam persaingan gelar juara dunia. Namun, pernyataannya lebih menekankan pada pertimbangan risiko saat balapan, bukan sebagai konfirmasi adanya instruksi tim untuk mengalah.
Marc saat ini juga menghadapi persaingan dari Marco Bezzecchi, yang dilaporkan tertinggal 50 poin dari Marc dalam klasemen sementara. Oleh karena itu, hasil dari lima seri terakhir masih berpotensi mempengaruhi perebutan gelar juara.