Pembalap Alex Rins yang tergabung dalam tim Monster Energy Yamaha ingin segera melupakan akhir pekan yang mengecewakan di MotoGP Indonesia. Ia bertekad untuk tidak terjebak dalam peristiwa yang telah berlalu.
Pada balapan di GP Indonesia, Rins terlibat insiden dengan marshal setelah mengalami kecelakaan. Dalam momen tersebut, ia terlihat mengacungkan jari tengah kepada marshal sebagai ungkapan kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil. Menyadari bahwa tindakannya tidak tepat, Rins kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Refleksi atas Balapan yang Sulit
Di balapan utama, Rins tidak mampu menunjukkan performa yang kompetitif dan hanya berhasil menyelesaikan lomba di posisi ke-15. Ia pun merasa tidak perlu berlama-lama membahas pengalaman buruk yang dialaminya di Mandalika. "Situasinya benar-benar kacau (big chaos). Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah menyampaikan permohonan maaf. Saya sangat, sangat berharap pihak marshal juga meminta maaf, karena saat itu situasinya benar-benar ekstrem. Namun, maksud saya, kita tidak perlu membuang-buang waktu membahas masalah ini lagi. Cukup sampai di situ," ungkap Rins.
Perubahan Kondisi Trek dan Kendala pada Motor
Rins juga menjelaskan bahwa ia merasa sangat buruk selama balapan, yang terasa jauh berbeda dibandingkan dengan hari Jumat dan Sabtu. "Kondisi trek berubah dan segalanya ikut berubah untuk semua pembalap. Namun pada motor saya, engine braking terasa tidak konsisten; begitu pula dengan traction control-nya. Sejak putaran pertama, feeling-nya sudah sangat buruk di sepanjang balapan. Dan kemudian ban mulai mengalami panas berlebih (overheated), cerita klasik yang selalu terulang," tambahnya.