Dalam perkembangan terbaru di dunia MotoGP, Davide Tardozzi memberikan dukungan kepada Marc Marquez terkait ketidakpastian yang menyelimuti balapan mendatang di Qatar. Para pembalap saat ini menuntut jaminan keamanan dari penyelenggara sehubungan dengan kondisi yang tidak stabil di kawasan tersebut. Menjelang akhir musim 2026, MotoGP menghadapi tantangan besar terkait perjalanan ke Qatar setelah Grand Prix Malaysia, di mana ketegangan politik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, menimbulkan keraguan mengenai beberapa acara olahraga di wilayah itu.
Situasi ini memaksa penyelenggara untuk menjadwalkan ulang Grand Prix Qatar, yang awalnya direncanakan lebih awal, menjadi pada akhir pekan 6-8 November. Meskipun suasana yang tegang, pejabat kejuaraan menegaskan komitmen mereka untuk tetap menggelar acara di Sirkuit Internasional Lusail. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembalap, termasuk Marc Marquez, yang suaranya sangat diperhatikan oleh banyak pihak mengingat pengaruhnya yang besar dalam kompetisi ini.
Pembelaan Tardozzi untuk Marquez
Davide Tardozzi, yang menjabat sebagai manajer tim Ducati, menyatakan bahwa Marquez tidak menolak untuk pergi ke Qatar, tetapi justru meminta jaminan keamanan dari penyelenggara. Tardozzi mengkritik sikap para pembalap lain yang memilih diam di hadapan pejabat MotoGP, meskipun sebelumnya mereka telah menyuarakan ketidaksetujuan terhadap rencana perjalanan tersebut.
Tardozzi menjelaskan bahwa Marquez hanya meminta adanya rencana evakuasi dan kondisi yang menjamin keselamatan selama balapan. Meskipun banyak pembalap memiliki pendapat yang lebih tegas secara pribadi, mereka enggan mengulangi pernyataan tersebut di depan penyelenggara. Tardozzi merasa frustrasi karena semua kesalahan seolah ditujukan kepada Marquez, padahal ia berbicara mewakili suara pembalap lainnya.
Tanggung Jawab Tim dan Pabrikan
Uccio Salucci dari tim VR46 juga menegaskan bahwa tanggung jawab untuk hadir dalam acara tersebut terletak pada tim dan pabrikan, sementara pembalap memiliki hak untuk menyampaikan pandangan mereka. Tardozzi menambahkan bahwa hubungan utama penyelenggara adalah dengan tim, bukan langsung kepada pembalap, meskipun masukan dari pembalap tetap didengarkan. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya konsultasi antara penyelenggara dan tim dalam pengambilan keputusan terkait acara di Qatar.