Aprilia telah menemukan langkah signifikan terkait motor Jorge Martin setelah pembalap tersebut kembali menggunakan setelan motor lama. Perubahan ini dipandang sebagai ancaman serius bagi Marc Marquez dan Ducati dalam perburuan gelar MotoGP 2026.
Setelah melakukan penyesuaian, Jorge Martin kini merasa lebih nyaman dengan motor RS-GP. Hal ini menjadi sorotan karena saat ini Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan selisih 40 poin dari Marc Marquez. Sepanjang musim ini, Aprilia menunjukkan performa yang sangat kuat, meraih tujuh kemenangan dari 12 balapan yang telah dilaksanakan.
Namun, performa Martin sempat menurun setelah ia mencoba spesifikasi terbaru motor Aprilia. Setelah meraih kemenangan di Le Mans, pembalap asal Spanyol ini hanya berhasil naik podium dua kali hingga jeda musim panas. Dalam situasi tersebut, Martin meminta agar Aprilia kembali menggunakan motor dengan spesifikasi yang ia gunakan di awal musim. Keputusan ini terbukti membawa dampak positif.
Kembalinya Setelan Lama
Di MotoGP Inggris yang berlangsung di Silverstone, Martin kembali menggunakan basis motor lamanya tanpa melakukan perubahan signifikan pada suspensi, geometri, atau distribusi bobot. Hasilnya langsung terlihat; Martin berhasil merebut pole position, memenangkan sprint race, dan finis di posisi kedua pada balapan utama, sehingga memperlebar keunggulannya atas Marc Marquez menjadi 40 poin.
Analisis Situasi oleh Jurnalis MotoGP
Jurnalis MotoGP, Mat Oxley, menilai bahwa perubahan ini justru menjadi kabar buruk bagi Ducati. Ia menyatakan bahwa Aprilia kini memiliki informasi berharga mengenai karakter motor yang paling sesuai untuk Martin. "Ini sangat buruk bagi Ducati dan sangat, sangat bagus untuk Aprilia karena mereka sekarang tahu bahwa sasis tahun lalu jauh lebih baik untuk pembalap A, sedangkan motor baru justru lebih baik untuk pembalap B," ungkap Oxley dalam podcast Oxley Bom MotoGP.
Oxley menambahkan bahwa Aprilia kini dapat mengembangkan solusi baru yang menggabungkan kelebihan dari kedua spesifikasi tersebut. "Jadi mereka bisa menyelidikinya lebih dalam dan menemukan solusi C yang terbaik untuk keduanya, lalu terus berkembang," lanjutnya.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi Marc Marquez. Meskipun Ducati masih merupakan salah satu kekuatan utama di MotoGP, Aprilia kini memiliki kesempatan untuk lebih meningkatkan performa RS-GP. Dengan sepuluh seri tersisa, persaingan antara Martin dan Marquez berpotensi semakin ketat. Jika Aprilia mampu mempertahankan perkembangan ini, Ducati dan Marquez harus segera menemukan respons yang tepat untuk mengejar ketertinggalan.