Casey Stoner, mantan juara dunia MotoGP dua kali, mengakui bahwa Sirkuit Phillip Island di kampung halamannya merupakan salah satu trek yang paling menantang. Ia selalu berusaha keras setiap kali berlaga di sirkuit ini, meskipun telah meraih banyak hasil positif di sana.
Tantangan di Phillip Island
"Di MotoGP, menyalurkan tenaga mesin secara optimal ke permukaan aspal adalah tantangan paling berat, di samping menjaga daya tahan ban sepanjang balapan. Saya rasa karakter lintasan berkecepatan tinggi dengan tingkat cengkeraman rendah membuat motor lebih mudah bergerak dan menggeser bagian belakang," ungkap Stoner. Ia menambahkan bahwa situasi tersebut sangat sesuai dengan latar belakangnya yang tumbuh di lintasan dirt track, sehingga memudahkan dirinya untuk menemukan ritme terbaik.
Pengalaman di Berbagai Kelas
Stoner juga berbagi pengalamannya saat masih berlaga di kelas 125cc dan 250cc. "Saat masih di kelas 125cc, saya tidak begitu menikmatinya. Di kelas 250cc saya sebenarnya tampil cukup cepat, tetapi sayangnya membuang peluang itu pada musim 2005. Baru ketika naik ke kelas yang lebih besar, saya bisa benar-benar menguasainya setelah melewati kurun dua tahun," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada manajemen risiko. "Hal itu selalu menuntut saya untuk tetap waspada dan berada di titik batas. Saya tidak pernah bisa rileks di atas motor. Seluruh pengalaman saya di lintasan berfokus pada cara memacu motor secepat mungkin tanpa harus mengambil risiko berlebih," tutupnya.