Ducati baru-baru ini memperkenalkan elemen aerodinamika terbaru pada motor GP26 di ajang MotoGP Australia 2026, yang menunjukkan kemiripan dengan perangkat yang digunakan oleh Aprilia. Pembaruan ini kembali mengangkat pertanyaan dari legenda MotoGP, Mick Doohan, mengenai apakah Ducati mengalami kemunduran atau justru Aprilia yang berkembang pesat di musim ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ducati telah menjadi kekuatan dominan di kelas utama MotoGP. Pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale ini secara konsisten bersaing dalam perburuan gelar juara dunia konstruktor, berkat pengembangan motor yang dipimpin oleh Luigi Dall'Igna dan tim teknisnya. Namun, kompetisi di MotoGP 2026 menghadirkan tantangan baru bagi Ducati, dengan tim asal Noale yang menunjukkan performa kompetitif melalui pembalap Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, membuat persaingan dalam pengembangan motor semakin ketat.
Pembaruan Aerodinamika di Phillip Island
Menurut laporan dari GPOne, Ducati memperkenalkan sayap kecil atau winglet baru di bagian belakang GP26 pada akhir pekan MotoGP Australia di Phillip Island. Komponen ini memiliki kemiripan dengan perangkat aerodinamika yang sebelumnya digunakan pada RS-GP26. Diperkirakan, perangkat ini dapat meningkatkan kestabilan motor saat melaju dengan kecepatan tinggi, yang sangat penting di sirkuit Phillip Island sepanjang 4,45 kilometer, yang memiliki banyak tikungan cepat dan memerlukan kestabilan motor yang baik.
Selain winglet baru, Ducati juga telah memperkenalkan perangkat seat wing pada motor yang dikendarai oleh Marc Marquez dan Francesco Bagnaia di Grand Prix Amerika Serikat. Kemiripan beberapa komponen ini menimbulkan spekulasi bahwa Ducati mulai mempertimbangkan solusi aerodinamika yang dikembangkan oleh rivalnya, meskipun kesamaan desain tidak serta merta membuktikan bahwa Ducati menyalin seluruh konsep dari Aprilia atau bahwa pengembangan GP26 sebelumnya salah.
Kritik Mick Doohan dan Performa Tim
Mick Doohan, yang merupakan legenda balap 500cc, sebelumnya mengungkapkan keraguannya terhadap perkembangan Ducati di musim ini. Dalam sebuah wawancara dengan Marca, juara dunia lima kali tersebut menyatakan, “Saya tidak yakin apakah Aprilia membuat langkah besar ke depan atau Ducati kehilangan keunggulan. Dan mengapa mereka kehilangan keunggulan?” Ia juga mengamati bahwa performa motor tim satelit VR46 terlihat lebih baik dibandingkan dengan motor tim pabrikan Ducati dalam beberapa situasi, yang membuatnya mempertanyakan arah pengembangan yang diambil oleh Ducati.
Pembaruan GP26 di Australia kini menambah diskusi mengenai persaingan teknis antara kedua pabrikan. Namun, efektivitas winglet baru tersebut harus dievaluasi berdasarkan performa di lintasan, bukan hanya dari kemiripan fisiknya. Di tengah tantangan ini, Marc Marquez tetap menjadi andalan Ducati dalam perburuan gelar juara dunia 2026. Kemampuannya dalam memaksimalkan GP26 bisa menjadi faktor kunci bagi Ducati untuk mempertahankan peluang meraih gelar, sekaligus mengejar kemajuan yang dicapai oleh tim rivalnya.