Rencana untuk menerapkan aturan satu motor bagi setiap pembalap di MotoGP 2027 yang didukung oleh Ducati dan Aprilia akhirnya tidak terlaksana. Hal ini terjadi setelah tidak tercapainya kesepakatan di antara pabrikan lainnya. Carmelo Ezpeleta, CEO MotoGP Group, bahkan merasa terkejut dengan perbedaan pandangan yang ada di antara tim-tim yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini.
Usulan mengenai satu motor per pembalap ini muncul sebagai salah satu langkah untuk mengurangi biaya operasional saat MotoGP beralih ke era regulasi baru dengan mesin 850cc. Dukungan datang dari Ducati dan Aprilia, tetapi beberapa pabrikan lain menolak atau tidak memberikan dukungan penuh terhadap ide tersebut. Situasi ini mendorong Ezpeleta untuk mengambil langkah proaktif dalam mencari kepastian mengenai keputusan tersebut.
Pertemuan untuk Mencari Kesepakatan
Menurut laporan dari El Periodico, Ezpeleta melakukan pertemuan secara terpisah dengan perwakilan dari Ducati, Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha saat berlangsungnya MotoGP Inggris di Silverstone. Ia ingin memastikan bahwa semua pabrikan sepakat untuk mempertahankan penggunaan dua motor bagi setiap pembalap dalam seluruh sesi yang ada.
Ezpeleta dilaporkan merasa "kejutan dan kebingungan" karena para pabrikan tidak mampu mencapai kesepakatan terkait aturan tersebut. Wacana mengenai satu motor sebenarnya sudah muncul sejak bulan Mei, dengan Ducati dan Aprilia sebagai penggagas utama setelah melihat potensi penghematan biaya dari kebijakan itu. Namun, ide ini tidak mendapat sambutan positif dari semua pembalap, termasuk Francesco Bagnaia yang secara terbuka menolak usulan tersebut.
Penolakan dari Pabrikan Lain
Bagnaia menyatakan, "Saya tidak setuju," saat ditanya tentang kemungkinan penggunaan satu motor, terutama jika aturan itu juga diterapkan pada sesi kualifikasi. KTM menjadi salah satu pabrikan yang menolak proposal ini sejak awal, sementara Honda sempat bersikap netral sebelum akhirnya ikut menentang setelah manajer tim Alberto Puig meyakinkan pihak HRC.
Akibat situasi ini, rencana Ducati dan Aprilia kehilangan momentum. Dengan demikian, aturan satu motor tidak akan diterapkan saat MotoGP memasuki era 850cc pada tahun 2027. Menariknya, kedua tim asal Italia tersebut menunjukkan performa yang menjanjikan dalam pengujian motor baru. Pembalap penguji Ducati, Nicolo Bulega, mencatat waktu tercepat dalam tes privat di Barcelona dan Mugello, sementara Aprilia juga tampil kompetitif melalui Marco Bezzecchi di tes di Brno.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa Ducati dan Aprilia memiliki keyakinan tinggi terhadap motor 850cc mereka. Aturan satu motor berpotensi mengurangi kebutuhan untuk pengembangan serta persiapan motor cadangan. Namun, untuk saat ini, para pembalap tetap akan menggunakan dua motor saat MotoGP memasuki era regulasi baru pada tahun 2027. Dengan persaingan antarpabrikan yang diprediksi semakin ketat, keputusan ini menjadi hal penting bagi seluruh tim di grid.