Sebelum motor MotoGP dilengkapi dengan winglet dan perangkat aerodinamika yang canggih seperti saat ini, Ducati memulai inovasi ini dengan dua sayap kecil pada tahun 2010. Eksperimen yang tampak sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu aspek paling krusial dalam evolusi motor MotoGP saat ini. Ducati dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan aerodinamika di arena balap ini.
Pada tahun 2010, tim asal Bologna menghadapi tantangan serius terkait masalah understeer. Untuk mengatasi hal ini, para teknisi mencari cara untuk meningkatkan gaya tekan pada roda depan agar motor menjadi lebih stabil. Marco Palmerini dari departemen pengembangan motor Desmosedici GP menjelaskan bahwa eksperimen awal ini hanya melibatkan dua winglet kecil yang dipasang di bagian samping fairing. "Pada musim 2010, kami melakukan eksperimen pertama di bidang aerodinamika. Kami memiliki dua sayap kecil di fairing samping. Jika melihatnya sekarang, bentuknya hampir terlihat lucu," ungkap Palmerini dalam wawancara dengan Bike World.
Perkembangan Awal dan Dampaknya
Palmerini menambahkan bahwa winglet generasi awal tersebut belum mampu menghasilkan downforce yang signifikan. "Winglet tersebut menghasilkan downforce yang sangat kecil," jelasnya. Meskipun tampak sederhana, eksperimen ini menjadi titik awal perubahan besar dalam pengembangan Desmosedici yang kita kenal sekarang. Para teknisi kemudian menyadari bahwa aerodinamika memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjaga roda depan tetap menempel di aspal saat akselerasi.
"Belakangan kami menyadari bahwa aerodinamika memiliki pengaruh besar terhadap gaya yang bekerja pada ban. Hal itu terjadi dalam setiap fase berkendara, bukan hanya saat akselerasi. Aerodinamika juga membantu kecepatan di tikungan dan pengereman," tambah Palmerini. Kesadaran ini mendorong tim Borgo Panigale untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap aspek aerodinamika, dengan menambah jumlah insinyur, memperluas simulasi, dan melakukan pengujian yang lebih mendalam.
Inovasi dan Kompleksitas Modern
Perkembangan semakin pesat setelah Luigi Dall'Igna bergabung sebagai kepala balap tim pada akhir tahun 2013. Berbagai inovasi mulai bermunculan, menjadikan Ducati salah satu pabrikan paling agresif dalam pengembangan aerodinamika di MotoGP. Proses pengembangan winglet saat ini jauh lebih rumit. Ide-ide awal dibahas melalui sesi brainstorming, lalu dihitung melalui simulasi sebelum diuji di terowongan angin dan di lintasan bersama para pembalap.
Apa yang dimulai Ducati dengan dua winglet kecil 16 tahun lalu kini telah berkembang menjadi salah satu bidang teknologi paling penting dalam MotoGP. Bahkan, pabrikan lain seperti Aprilia telah berhasil menyamai Ducati dalam hal pengembangan aerodinamika.