Ducati mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil mengidentifikasi masalah yang selama ini mengganggu Francesco Bagnaia terkait sistem pengereman di MotoGP 2026. Davide Tardozzi, bos tim Ducati, optimis bahwa perbaikan ini akan meningkatkan peluang Bagnaia untuk bersaing lebih kompetitif di MotoGP Jepang.
Penyebab Masalah Ditemukan
Setelah melakukan analisis mendalam, Ducati mengonfirmasi bahwa mereka telah menemukan akar permasalahan yang mempengaruhi performa Bagnaia, terutama saat melakukan pengereman. Masalah ini menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pembalap asal Italia tersebut dalam dua musim terakhir, di mana ia sering kali merasa kurang percaya diri saat memasuki zona pengereman dengan motornya.
Masalah serupa juga dialami oleh pembalap Ducati lainnya di MotoGP Austria, di mana Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio melaporkan adanya kendala pada sistem pengereman di Red Bull Ring. Tardozzi menyampaikan kabar baik tersebut saat berlangsungnya MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, mengatakan, “Tidak ada masalah. Masalahnya sudah diidentifikasi dan seharusnya tidak terjadi lagi,” kepada Sky Sport Italia saat sesi FP1.
Optimisme Menuju Balapan Berikutnya
Menurut Tardozzi, Gigi Dall’Igna dan tim insinyur Ducati telah menemukan solusi yang meningkatkan rasa percaya diri tim menjelang balapan mendatang. “Hal terpenting adalah Gigi dan para insinyur telah mencapai sebuah keberhasilan, dan saya cukup yakin dengan penyebab masalah ini,” ujarnya.
Dia juga menilai bahwa Bagnaia memiliki peluang untuk tampil lebih baik di Motegi, mengingat permukaan aspal baru yang memberikan grip yang baik serta karakter sirkuit yang cocok dengan gaya balapnya dan karakteristik GP26. “Tidak buruk. Saya pikir permukaan baru telah membantu kami. Grip-nya cukup bagus dan dia merasa senang,” tambah Tardozzi.
Meski demikian, Bagnaia belum mampu menunjukkan performa terbaiknya pada sesi latihan, mengakhiri sesi pre-kualifikasi pada posisi ke-16 dan harus melewati Q1 untuk mendapatkan tempat di Q2. Tardozzi mengakui bahwa sebelumnya Bagnaia merasa kurang puas dengan performa GP26 saat pengereman. “Pada tes Senin pagi di Red Bull Ring, semua orang memiliki sesuatu untuk dikatakan mengenai motor ini. Dia tidak senang saat pengereman. Namun, pada akhirnya saya pikir dia akan kompetitif di sini karena sirkuit ini cocok dengan gaya balapnya dan juga motor kami,” tuturnya.
Francesco Bagnaia kini menghadapi tantangan untuk kembali menemukan performa terbaiknya seperti yang ditunjukkan pada MotoGP Jepang 2025, di mana ia berhasil mengubah situasi secara signifikan dan meraih hasil positif di Motegi.