Pertarungan yang sangat dinanti antara Errol Spence Jr dan Tim Tszyu dijadwalkan akan berlangsung di Australia pada tanggal 25 Juli. Menjelang laga tersebut, dukungan untuk kedua petinju semakin menguat, termasuk dari juara dunia WBC kelas ringan, Shakur Stevenson. Stevenson secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Spence, mantan juara dunia kelas welter, akan mampu mengatasi tantangan yang diberikan oleh Tszyu.
Stevenson menilai bahwa pengalaman dan mental bertarung Spence adalah faktor kunci yang akan sulit ditandingi oleh lawannya. "Saya rasa Spence akan tampil baik. Saya berharap dia masuk ring dan mengalahkan Tim Tszyu. Saya sudah mengenal Errol sebelum pertarungan melawan Terence Crawford. Saya tahu dia memiliki mental yang sangat kuat. Saat bertarung, dia adalah petarung sejati, jadi saya tidak melihat Tim Tszyu bisa mengalahkannya," ungkap Stevenson.
Detail Pertarungan dan Kondisi Spence
Laga ini akan dilangsungkan di kelas tangkapan 158 pon, yang lebih tinggi dari batas kelas menengah junior yang biasanya dihuni oleh Tszyu. Kesepakatan ini diambil untuk menyesuaikan dengan kondisi Spence yang sudah hampir tiga tahun tidak bertanding. Petinju berusia 36 tahun tersebut terakhir kali naik ring saat menghadapi Terence Crawford dalam duel perebutan gelar juara dunia tak terbantahkan kelas welter, di mana Spence harus mengakui keunggulan Crawford setelah kalah TKO pada ronde kesembilan.
Namun, rekam jejak Errol Spence Jr di level elite tetap mengesankan. Sebelum kekalahan tersebut, ia berhasil menyatukan sabuk WBC, WBA, dan IBF dengan mengalahkan sejumlah petinju ternama seperti Shawn Porter, Kell Brook, dan Yordenis Ugas. Banyak pengamat berpendapat bahwa langkahnya untuk pindah ke divisi yang lebih tinggi sudah lama dinantikan.
Performa Tim Tszyu dan Tantangannya
Sementara itu, Tim Tszyu datang ke pertarungan ini dengan modal dua kemenangan angka berturut-turut. Namun, performanya sempat menjadi sorotan setelah kehilangan gelar WBO akibat kekalahan tipis dari Sebastian Fundora pada tahun 2024. Beberapa bulan setelahnya, putra legenda tinju Kostya Tszyu itu mengalami kekalahan lagi ketika dihentikan oleh Bakhram Murtazaliev pada ronde ketiga.
Stevenson juga pernah menyatakan bahwa gaya bertarung Tszyu sangat sesuai untuk Spence. Menurutnya, kemampuan Tszyu dalam memberikan tekanan dan agresivitas justru dapat membuka peluang bagi Spence untuk mendominasi jalannya pertarungan. Dengan pengalaman bertanding melawan lawan kelas dunia dan motivasi untuk bangkit setelah kekalahan dari Crawford, Errol Spence Jr diyakini masih memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa ia belum habis di pentas tinju elite.