Dalam upayanya untuk meraih gelar juara dunia kelas berat IBF, Frank Sanchez memutuskan untuk mengambil langkah strategis. Alih-alih langsung bertarung untuk sabuk yang kosong, petinju asal Kuba ini memilih untuk menerima kompensasi step aside, sehingga pertarungan antara Moses Itauma dan Filip Hrgovic dapat berlangsung lebih dahulu.
Keputusan ini membuka kesempatan bagi duel antara Itauma dan Hrgovic yang dijadwalkan pada 29 Agustus mendatang. Pertarungan tersebut kini telah dipastikan akan memperebutkan gelar dunia IBF yang sebelumnya tidak terisi, sehingga pemenangnya akan langsung dinyatakan sebagai juara dunia.
Langkah Cerdas untuk Karier Sanchez
Meskipun harus menunggu lebih lama untuk bertarung, tim Sanchez percaya bahwa keputusan ini adalah langkah terbaik untuk karier sang petinju. Salah satu manajernya, Mike Borao, menyatakan bahwa Sanchez tetap berada di jalur perebutan gelar dunia dan bahkan berpotensi mendapatkan kesempatan yang lebih besar dalam waktu dekat. "Frank Sanchez sebenarnya memiliki kesempatan bertarung memperebutkan gelar IBF. Namun, kami memilih keputusan yang menguntungkan secara finansial sekaligus membuka peluang menghadapi pemenang Itauma melawan Hrgovic pada Desember nanti," ungkap Borao.
Jika rencana ini berjalan sesuai dengan jadwal, Sanchez hanya perlu menunggu beberapa bulan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memperebutkan sabuk juara dunia. Petinju berusia 33 tahun ini telah menunjukkan konsistensi di papan atas divisi kelas berat dalam beberapa musim terakhir. Dengan teknik bertinju yang terampil, kecepatan tangan yang mengesankan, serta kemampuan bertahan yang solid, Sanchez telah lama dianggap sebagai salah satu penantang paling berbahaya di kelas berat.
Peluang Sejarah bagi Sanchez
Satu-satunya kekalahan dalam karier profesionalnya terjadi saat menghadapi Agit Kabayel pada 2024. Setelah kekalahan tersebut, Sanchez berhasil bangkit dan kembali mempertahankan posisinya di jajaran elite kelas berat, sehingga tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk perebutan gelar dunia. Jika kesempatan untuk menghadapi juara IBF benar-benar terwujud pada akhir tahun, Sanchez berpeluang menjadi petinju Kuba pertama yang meraih gelar juara dunia kelas berat di era modern.
Sementara itu, perhatian dunia tinju saat ini tertuju pada pertarungan Moses Itauma melawan Filip Hrgovic. Jika Itauma berhasil menang, dia berpeluang menjadi juara dunia kelas berat termuda kedua dalam sejarah, menggeser posisi yang saat ini dipegang oleh Floyd Patterson. Di sisi lain, Hrgovic berusaha mewujudkan impiannya untuk menjadi juara dunia pertama dari Kroasia di divisi kelas berat.
Apapun hasil dari pertarungan tersebut, Frank Sanchez tetap akan menjadi sosok penting dalam persaingan kelas berat IBF. Dengan posisinya yang telah diamankan melalui kesepakatan step aside, peluangnya untuk bertarung memperebutkan gelar dunia masih terbuka lebar.