Pada ajang World Superbike (WSBK) di Prosecco DOC UK, pebalap Garrett Gerloff dari Tim Kawasaki menunjukkan performa yang memuaskan dengan menyelesaikan balapan di posisi sepuluh besar. Dalam ketiga balapan yang diikutinya, pebalap bernomor #31 ini merasa bangga bisa finis dekat dengan pebalap Bimota KB998 Rimini, yang menjadi acuan terdekatnya di grid, mengingat kedua motor tersebut menggunakan mesin yang serupa.
Perkembangan Musim yang Positif
Gerloff menganggap musim 2026 sebagai langkah maju dibandingkan tahun sebelumnya, 2025. Ia bertekad untuk menjadikan hasil positif seperti ini sebagai hal yang rutin di masa mendatang. Meskipun sesi Tissot Superpole masih menjadi tantangan bagi timnya, Gerloff berusaha maksimal di Race 1. Pada Lap 6, ia berhasil merebut kembali posisi start P11 dari Andrea Locatelli (Pata Maxus Yamaha) yang sempat mengunggulinya di Lap 3.
Seiring berjalannya balapan, Gerloff menemukan ritme yang tepat dan berhasil melaju dari P10 ke P8, mengambil satu posisi setiap lap dari Lap 7 hingga Lap 9. Namun, ia tertinggal dua detik dari Lorenzo Baldassarri (Team GoEleven), yang akhirnya finis di P8, lebih dari lima detik di belakang posisi P7.
Refleksi dan Harapan ke Depan
Mengenai pencapaiannya di zona poin pada Minggu pagi, Gerloff menyatakan, “Balapan Superpole sangat sulit, saya merasa beberapa pembalap bisa menutup mata dan entah bagaimana masih bisa menyelesaikan 10 lap di depan saya, sedangkan setiap kali saya keluar, saya selalu berusaha secepat mungkin dan tidak pernah menghemat tenaga. Selalu sulit ketika seseorang bisa menemukan setengah detik dan tetap di depan saya.”
Ia juga menambahkan, “Hasilnya tidak sebaik Balapan 1, tetapi saya berhasil menyalip Jonny dan memulai Balapan 2 dari baris ketiga. Secara keseluruhan, saya akan memberikan nilai B, mungkin B+. Masuk sepuluh besar di semua balapan sudah bagus, tetapi tentu saja saya ingin lebih dekat dengan Alex dan Axel di Balapan Superpole, dan saya ingin mengalahkan setidaknya salah satu dari mereka setiap akhir pekan. Saya tidak melakukannya pada hari Minggu, tetapi saya puas.”