Logo
Moto GP

Inovasi Teknologi Ducati dalam MotoGP: Peran Data dan Kecerdasan Buatan

Ducati terus berinovasi dalam dunia MotoGP dengan memanfaatkan data, simulasi, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan performa motor. Gigi Dall’Igna menjelaskan pentingnya teknologi dalam pengembang...

D
Dyah Entenopo
24 August 2026 30 pembaca
Gigi Dall'Igna dan Davide Tardozzi
Gigi Dall'Igna dan Davide Tardozzi

Teknologi kini menjadi elemen penting dalam persaingan di MotoGP. Gigi Dall’Igna, kepala Ducati Corse, menjelaskan bagaimana Ducati mengoptimalkan penggunaan data, simulasi, serta kecerdasan buatan (AI) untuk mencapai performa terbaik dalam setiap pengembangan motor mereka.

Di era modern ini, kompetisi di MotoGP tidak hanya ditentukan oleh keahlian pembalap dan performa mesin. Setiap peningkatan kecil pada motor melibatkan proses pengolahan data yang semakin rumit. Ducati merupakan salah satu pabrikan yang serius dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Pengolahan Data yang Kompleks

Dall’Igna mengungkapkan bahwa tim MotoGP saat ini harus mengelola sejumlah besar data. Data ini berasal dari berbagai sensor yang terpasang pada motor, pengujian aerodinamika di terowongan angin, serta informasi mengenai tekanan mesin dan suhu ban di berbagai bagian lintasan. Semua informasi ini diolah untuk membantu Ducati memahami perilaku motor dalam berbagai kondisi.

"Simulasi sekarang menjadi bagian standar dari proses pengembangan, dan perangkat yang kami gunakan untuk itu telah berkembang pesat selama 10 tahun terakhir," ungkap Dall’Igna kepada MCNews. Ia menambahkan bahwa kemampuan simulasi Ducati sudah sangat akurat dalam banyak aspek, meskipun masih ada beberapa area yang memerlukan pengembangan lebih lanjut.

Peran Kecerdasan Buatan

Menariknya, Ducati tidak hanya bergantung pada simulasi fisik. Pabrikan asal Italia ini juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu dalam pengolahan data dan memahami karakteristik motor. Namun, Dall’Igna menekankan bahwa AI bukanlah solusi untuk semua masalah teknis.

"Ada bagian tertentu dari motor yang bisa kami pahami lebih baik menggunakan AI dibandingkan simulasi fisik. Namun, pada area lainnya, model fisik memiliki keunggulan," jelas Dall’Igna. Hal ini menunjukkan bahwa Ducati harus memilih metode yang paling tepat untuk setiap masalah yang dihadapi. Kombinasi antara simulasi fisik, AI, dan data dari lintasan menjadi sangat penting dalam proses pengembangan Desmosedici.

Ducati juga mendapatkan dukungan teknologi dari Lenovo, yang merupakan mitra dan sponsor utama tim. Dall’Igna menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sebatas penyediaan teknologi untuk pengembangan motor. "Kami bekerja sama dengan Lenovo bukan hanya untuk menyiapkan motor secara langsung, tetapi juga untuk mengembangkannya lebih lanjut," tegasnya.

Melalui pendekatan ini, terlihat bahwa MotoGP modern semakin bergantung pada teknologi. Selisih performa yang sangat kecil dapat ditentukan oleh kemampuan tim dalam membaca data dan mengubahnya menjadi pengembangan yang efektif.

Artikel Terkait