Dalam balapan MotoGP di Silverstone, terjadi insiden menarik ketika Jorge Martin dan Ai Ogura, yang memulai dari baris depan, kehilangan posisi akibat masalah pada perangkat pengaturan tinggi motor mereka. Meskipun MotoGP telah melarang penggunaan perangkat holeshot untuk fase awal balapan, kedua pembalap tersebut mengalami kesulitan saat perangkat tersebut gagal berfungsi dengan baik.
Jorge Martin, yang memulai balapan dari posisi terdepan, tampak akan kehilangan tempatnya kepada Raul Fernandez, pemenang balapan, setelah ia masuk terlalu dalam di Tikungan 1. Sementara itu, Ai Ogura juga mengalami penurunan posisi yang serupa. Rekaman ulang menunjukkan bahwa bagian belakang motor mereka terjatuh ke aspal, yang menjadi indikasi bahwa perangkat pengaturan tinggi tidak berhasil dinonaktifkan. Meskipun mengalami masalah, keduanya berhasil melanjutkan balapan setelah melepaskan perangkat tersebut, dengan Martin akhirnya finis di posisi kedua, sedangkan Ogura terjatuh dan tidak dapat menyelesaikan lomba.
Larangan Perangkat Holeshot dan Kontroversi di Balapan
Balapan di Silverstone ini merupakan akhir pekan kedua sejak diterapkannya larangan perangkat holeshot di bagian depan setelah insiden di GP Catalunya. Namun, perangkat pengaturan tinggi di bagian belakang masih digunakan untuk meningkatkan akselerasi di tikungan lambat, termasuk di awal balapan untuk mendapatkan start yang lebih baik. Masalah yang dihadapi Martin dan Ogura kali ini berasal dari perangkat tersebut.
Sebelumnya, keluhan mengenai perangkat ini sering muncul, dengan beberapa pembalap mengeluhkan bahwa perangkat tersebut tidak mau melepaskan diri meskipun rem sudah ditekan. Di Silverstone, baik Martin maupun Ogura mengakui kesalahan mereka dalam memulai balapan. Martin mengungkapkan bahwa ia terlambat mengerem untuk mempertahankan posisinya, sementara Ogura mengaku lupa mengerem cukup keras untuk melepaskan perangkat. Akibatnya, mereka kehilangan beberapa posisi di awal balapan.
Perdebatan di Kalangan Pembalap dan Langkah Keamanan
Perangkat ini menjadi bahan perdebatan di kalangan pembalap, di mana beberapa di antaranya menyerukan pelarangan demi keselamatan. Sementara itu, MotoGP telah mengambil langkah dengan meningkatkan jarak antar pembalap di grid dari tiga menjadi empat meter untuk mengurangi risiko kecelakaan di awal balapan.