Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, mengalami kekecewaan mendalam setelah menyelesaikan balapan di posisi terakhir dalam ajang MotoGP Austria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring. Ia mengakui bahwa kecepatannya sangat tidak memuaskan dan merasa malu dengan hasil tersebut.
Selama akhir pekan balapan, Miller menghadapi berbagai kesulitan dengan motornya. Ia mengeluhkan kurangnya grip yang menyebabkan motornya sering mengalami wheelspin dan sulit untuk dikendalikan. Meskipun mampu menyelesaikan balapan, posisi terakhir menjadi catatan pahit bagi dirinya.
Pengalaman Balapan yang Menyakitkan
Miller mengungkapkan, "Jujur, ini bukan hari yang membuat saya senang atau bahkan ingin saya ingat lagi. Cukup memalukan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak lap 13 atau 14 dan seterusnya, ban terus spinning (selip) di trek lurus, benar-benar tidak ada yang bisa saya lakukan." Ia menjelaskan bahwa pada lap ketiga, ia beralih ke pengaturan mesin yang berbeda dan merasa cukup baik saat berada di dalam rombongan pembalap.
Namun, saat memasuki lap 13 dan 14, ia menyadari bahwa ban motornya mulai mengalami masalah yang serius. "Saya berpindah ke map 3, yang memang dimaksudkan sebagai map cadangan," tambahnya. Ia berusaha untuk tetap bersaing di belakang Toprak hingga tersisa sekitar tujuh lap, tetapi kondisi ban yang semakin menurun membuatnya kesulitan.
Kesulitan yang Tak Terhindarkan
Miller melanjutkan, "Ban saya habis dan menyentuh lapisan karet paling dasar (base rubber). Terlihat garis base rubber yang cukup lebar di bagian tengah ban. Saya tidak bisa membuka throttle di trek lurus. Harus sangat berhati-hati saat masuk tikungan karena melaju di atas base rubber membuat bagian belakang motor terus berusaha melintir, jadi saya hanya melaju seadanya sekadar untuk menyelesaikan balapan." Dengan pengalaman yang mengecewakan ini, Miller berharap dapat bangkit dalam balapan berikutnya.