Jack Miller percaya bahwa Senna Agius memiliki potensi yang baik untuk beradaptasi dengan motor MotoGP saat ia naik ke kelas utama pada tahun 2027. Menurut pembalap asal Australia tersebut, pengalaman Agius dalam mengendalikan motor yang lebih besar dan kemampuannya dalam menghadapi tikungan dapat menjadi keuntungan saat regulasi baru 850 cc diterapkan.
Peralihan Kelas dan Dukungan Miller
Miller memberikan dukungan penuh kepada Senna Agius yang akan memulai debutnya di MotoGP pada tahun 2027. Ia menilai bahwa kemampuan Agius sangat sesuai untuk menghadapi tantangan di kelas utama, terutama dengan transisi ke mesin 850 cc. Miller sendiri akan meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2026 untuk bergabung dengan tim Yamaha di World Superbike (WorldSBK), sementara posisinya di Pramac akan diisi oleh Izan Guevara. Agius akan bergabung dengan tim Tech3 dan menjadi rekan setim Luca Marini.
Persiapan dan Pengalaman Agius
Perubahan signifikan juga akan terjadi bagi para pembalap di tahun 2027, di mana MotoGP akan menggunakan mesin 850 cc dan menghilangkan perangkat pengatur ketinggian motor. Agius perlu menyesuaikan diri dengan ban Pirelli, sedangkan Miller akan menghadapi perubahan ban saat beralih ke WorldSBK. Agius telah mulai mencoba motor KTM sebagai persiapan untuk musim depan dan dikabarkan mampu beradaptasi dengan baik sejak tes pertamanya. Miller melihat pengalaman Agius sebagai modal penting untuk menghadapi tantangan di kelas utama.
“Saya selalu mendukung pembalap Australia di berbagai cabang olahraga, jadi saya tentu ingin punya kesempatan balapan melawannya,” ungkap Miller. “Namun saya juga ingin dia mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuannya karena dia pembalap yang sangat mumpuni. Melihat perkembangannya dan caranya mengendalikan motor yang lebih besar, menurut saya motor MotoGP akan sangat cocok untuknya,” tambahnya.
Miller juga mengakui bahwa etos kerja Agius sangat mengesankan, meskipun ia tidak ingin hubungan mereka menjadi terlalu formal seperti mentor dan murid. Agius sendiri menganggap bahwa latar belakangnya di balap off-road telah membantu perkembangan kariernya. Ia mengakui bahwa pengalaman tersebut sempat menyulitkannya saat beralih ke balap aspal di Moto3, namun justru memberikan keuntungan saat berlaga di Moto2.
Di kelas Moto2, motor seringkali mengalami kehilangan traksi saat dikendarai. Agius percaya bahwa pengalaman mengendalikan motor dalam kondisi tersebut membuatnya lebih siap menghadapi karakter motor yang lebih besar dan bertenaga. “Semakin besar dan semakin bertenaga motornya, semakin mudah bagi saya,” kata Agius.