Errol Spence Jr dan Tim Tszyu akan saling berhadapan dalam salah satu pertarungan paling signifikan dalam karier mereka di Australia pada 25 Juli mendatang. Selain menjadi momen untuk menegaskan kembali posisi mereka di tingkat elite dunia, pertarungan ini juga disebut-sebut dapat membuka peluang bagi pemenangnya untuk bertemu Jermell Charlo.
Bagi Tim Tszyu, pertarungan ini merupakan kesempatan untuk bangkit setelah mengalami masa sulit dalam beberapa laga terakhir. Petinju asal Australia berusia 31 tahun ini bertekad untuk menunjukkan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan di divisi super welterweight meskipun telah mengalami beberapa kekalahan dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Errol Spence Jr akan menjalani pertarungan pertamanya setelah hampir tiga tahun absen dari ring profesional. Petinju yang dikenal dengan julukan The Truth ini terakhir kali bertanding pada Juli 2023, di mana ia mengalami kekalahan TKO dari Terence Crawford dalam duel penyatuan gelar kelas welter. Kekalahan tersebut membuatnya kehilangan sabuk WBC, WBA, dan IBF secara bersamaan.
Perubahan Kelas dan Kompromi Bobot
Sejak kekalahan itu, banyak yang berpendapat bahwa Spence lebih cocok untuk berkarier di kelas super welterweight atau 154 pon. Mengingat lamanya ia tidak bertanding, duel melawan Tszyu akan dilaksanakan di catchweight 158 pon sebagai solusi bagi kedua belah pihak.
Menurut laporan dari jurnalis tinju terkenal, Mike Coppinger, Jermell Charlo sedang dipersiapkan untuk menghadapi pemenang dari pertarungan antara Spence dan Tszyu. Meskipun belum ada kesepakatan resmi, pembicaraan mengenai rencana tersebut dilaporkan sudah dimulai di belakang layar. "Saya mendapat informasi bahwa Charlo sedang diarahkan untuk menghadapi pemenang pertarungan Spence melawan Tszyu. Memang belum ada yang final, tetapi itulah rencana yang sedang dibahas untuk kelas 154 pon," ungkap Coppinger.
Pencapaian Jermell Charlo
Jermell Charlo sendiri belum kembali ke ring sejak kalah angka mutlak dari Saul "Canelo" Alvarez pada September 2023. Sebelum melawan Canelo di kelas menengah super, petinju asal Amerika Serikat ini berhasil mencatat sejarah dengan menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas super welterweight. Pencapaian tersebut diraihnya setelah mengalahkan Brian Castano melalui kemenangan TKO pada ronde ke-10 pada 2022, di mana Charlo menguasai seluruh sabuk utama di divisinya dan dianggap sebagai salah satu petinju terbaik pound for pound di dunia.
Jika rencana ini terwujud, pemenang dari duel Spence kontra Tszyu tidak hanya akan meraih kemenangan penting, tetapi juga kesempatan untuk bertarung melawan salah satu nama paling berpengaruh di kelas super welterweight dalam satu dekade terakhir.