Joan Penarroya, yang lahir di Terrasa pada tahun 1969, telah melakukan sesuatu yang dianggap sulit untuk dicapai. Setelah meninggalkan Barcelona pada bulan Desember tahun lalu, ia mengambil tantangan besar untuk mengangkat Partizan Belgrade, sebuah klub yang memiliki sejarah panjang dalam dunia basket Eropa, dari salah satu masa krisis terburuk yang pernah dialaminya. Pada saat itu, situasi yang dihadapi sangat berat, dengan ketegangan antara penggemar dan beberapa anggota tim, hasil buruk yang terus berlanjut, serta pengunduran diri pelatih legendaris Zeljko Obradovic.
Namun, Penarroya berhasil membalikkan keadaan di tengah situasi yang tampak tidak menguntungkan. Timnya menutup musim lalu dengan catatan yang positif dan memulai musim ini dengan rekor kemenangan 3-0 di EuroLeague, sebuah pencapaian yang belum pernah ia alami sebelumnya. Pada hari Kamis, mereka dijadwalkan untuk bertanding melawan Real Madrid.
Komitmen Tim dan Kebanggaan Pendukung
"Kami sudah berada di sini selama dua minggu. Terlepas dari hasil pertandingan—yang memang sangat penting dan memberikan kami ketenangan pikiran, meski situasi bisa berubah dalam dua minggu karena padatnya jadwal tujuh pertandingan—hal yang paling berkesan bagi saya adalah citra tim ini," ungkap Joan Penarroya.
Ia melanjutkan, "Ini adalah kelompok yang bersatu dan bermain secara kolektif tanpa ego, dan saat ini para pendukung pun merasa senang. Kini, tugas kami adalah berusaha menjaga agar mereka tetap bangga dan senang dengan tim ini."
Menjaga Komitmen Sepanjang Musim
Penarroya juga menegaskan pentingnya kemenangan bagi timnya. "Saya tegaskan, tentu saja semua orang ingin menang; namun di luar itu—dan hal ini sudah ditegaskan kepada saya sejak awal kedatangan saya—yang paling ingin mereka lihat adalah tim yang berkomitmen penuh, dan kami akan berupaya menjadikan komitmen tersebut sebagai kewajiban bagi kami sepanjang musim ini."