Persaingan untuk memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas setelah Marc Marquez mencatatkan kemenangan di MotoGP Jepang. Jorge Martin, rival dari tim Ducati, secara terbuka mengakui bahwa Marquez masih menjadi pembalap yang lebih kuat di lintasan balap.
Harapan Martin untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026 mengalami tantangan serius. Dalam seri Grand Prix Jepang yang berlangsung di Sirkuit Motegi pada akhir pekan lalu, Marquez berhasil meraih poin maksimal dengan memenangkan baik sesi Sprint maupun balapan utama. Meskipun Martin berhasil meraih pole position, ia tidak mampu mengimbangi agresivitas Marquez yang telah memenangkan enam dari sembilan balapan terakhir, sehingga mengurangi selisih poin di klasemen menjadi hanya dua poin dari Martin yang berada di posisi teratas.
Tekanan dan Tantangan
Dalam situasi yang penuh tekanan, pembalap bintang Aprilia ini menyadari ancaman yang dibawa oleh Marquez. Hal ini mengingatkan banyak orang pada persaingan sengit antara Martin dan Pecco Bagnaia pada musim 2024. Setelah balapan di Motegi, Martin secara blak-blakan mengakui keunggulan Marquez, "Anda tidak akan pernah tahu. Masih ada enam balapan tersisa, banyak poin yang bisa diraih. Jelas bahwa Marc dan saya sedikit berada di depan, tetapi Marc masih merupakan pembalap yang lebih kuat," katanya kepada Motorsport.com.
Martin juga menambahkan, "Pada hari Minggu (di balapan utama), ia berhasil mengamankan kemenangan-kemenangan yang membuat saya merasa sedikit tertinggal. Tapi ini semua soal kerja keras, dan pada akhirnya (hasilnya) akan datang." Saat ini, Martin tidak hanya memikul ambisi pribadinya, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan gelar juara dunia MotoGP pertama bagi pabrikan Aprilia. Ia juga harus tetap waspada terhadap rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang masih memiliki peluang matematis dengan jarak 49 poin di belakangnya.
Kondisi Fisik dan Pemulihan
Selain tantangan di lintasan, Martin juga menghadapi masalah kebugaran fisik. Ia dilaporkan mengalami masalah arm pump dalam beberapa balapan terakhir. Beruntung, kondisi fisiknya semakin membaik tanpa perlu menjalani operasi. "Ini (pemulihannya) berjalan sangat baik. Saya benar-benar khawatir pada hari Jumat karena saya merasa sedikit kesakitan, tetapi saya pikir perawatan yang saya jalani berhasil mengatasi masalah tersebut. Hari ini saya membalap tanpa harus memikirkan sisi fisik, dan itu membuat saya sangat bahagia," ungkap Martin dengan lega.