Pembalap Jorge Martin yang tergabung dalam tim Aprilia Racing mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk 'mengalah' kepada Marc Marquez dalam sprint race yang berlangsung di MotoGP Indonesia. Keputusan tersebut diambil untuk menghindari potensi hukuman terkait tekanan ban yang tidak sesuai.
Pada balapan sprint yang diadakan di Sirkuit Mandalika, Martin sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan setelah berhasil memimpin dengan jarak lebih dari satu detik dari Marquez. Namun, menjelang akhir balapan, ia memilih untuk membiarkan Marquez melewatinya karena menyadari bahwa tekanan ban motornya berada di bawah batas yang ditetapkan. Martin berusaha sekuat tenaga untuk terhindar dari sanksi yang mungkin diberikan.
Strategi Balapan yang Berubah
"Start saya tidak begitu bagus, tetapi ada empat pembalap yang masuk bersamaan ke tikungan pertama, jadi cukup mudah bagi saya untuk merebut posisi terdepan. Setelah itu, saya mencoba untuk terus menekan dan berhasil menciptakan jarak yang jauh dari Marc. Sejak titik itu, saya hanya berusaha mengatur keunggulan jarak. Namun, kemudian saya menyadari bahwa saya berada di bawah batas tekanan ban," ungkap Martin.
Kesadaran Akan Tekanan Ban
Martin melanjutkan, "Saya mencoba memacu motor lebih kencang agar ban depan bisa sedikit lebih hangat, tetapi saya merasa tidak berada di zona yang tepat. Alhasil, saya harus membiarkan Marc melewati saya." Dengan keputusan tersebut, Martin harus puas menuntaskan balapan di posisi keempat.