Jorge Martin memberikan tanggapan terhadap pernyataan Marc Marquez yang mengaku sebagai pembalap paling bahagia setelah MotoGP Indonesia 2026, karena tidak kehilangan poin dari pesaingnya. Pembalap dari tim Aprilia ini menghargai pandangan Marquez, namun mengingatkan bahwa situasi dalam balapan dapat berubah dengan cepat.
Persaingan Ketat Menuju MotoGP Australia
Persaingan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin intens menjelang balapan di Phillip Island, Australia. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen dengan 355 poin, hanya unggul dua poin dari Marc Marquez yang mengumpulkan 353 poin. Di posisi ketiga terdapat Marco Bezzecchi dengan 309 poin.
Hasil ini berbeda dari ekspektasi banyak pihak sebelum balapan di Sirkuit Mandalika, di mana Aprilia dianggap memiliki keunggulan berkat karakter lintasan dan performa motor RS-GP yang telah dipersiapkan dengan baik menggunakan ban belakang Michelin. Namun, Marquez berhasil menjaga jarak di klasemen dengan mengumpulkan 22 poin dari sprint race dan balapan utama, sama seperti yang diraih Martin. Bezzecchi berhasil meraih 25 poin setelah memenangkan Grand Prix Indonesia.
Reaksi Martin Terhadap Komentar Marquez
Marquez menyatakan kepuasannya meski hanya finis di posisi keenam pada balapan utama, dan mengaku sempat memperkirakan akan kehilangan sekitar 15 hingga 20 poin di Mandalika. Pernyataan ini kemudian ditanyakan kepada Jorge Martin menjelang MotoGP Australia. Dalam wawancara, Martin mengungkapkan bahwa ia belum mendengar komentar Marquez sebelumnya dan tidak merasa terganggu dengan pandangan rivalnya tersebut. “Saya tidak menafsirkan apa pun, bahkan belum mendengarnya. Tapi, ya, dia berhak menyampaikan pendapatnya,” ungkap Martin.
Martin juga menekankan bahwa hasil balapan tidak selalu dapat diprediksi. Seorang pembalap bisa datang ke sirkuit dengan keyakinan untuk menang, tetapi bisa saja mengalami kecelakaan atau kehilangan banyak poin. Ia juga mengingatkan tentang masalah tekanan ban depan yang dihadapinya saat sprint race di Mandalika, yang memaksanya untuk memberi jalan kepada Marquez. Ketika berusaha merebut kembali posisi terdepan, Martin melakukan kesalahan dan terpaksa turun ke posisi keempat.
Meskipun demikian, Martin merasa performanya cukup menjanjikan. Ia mengungkapkan keyakinan terhadap motornya dan percaya bisa kembali bersaing di Phillip Island. “Saya sangat cepat, sangat kompetitif, dan saya rasa bisa kompetitif di sini juga,” ujarnya.
Dengan selisih hanya dua poin, hasil di Australia berpotensi mengubah posisi teratas klasemen. Martin dan Marquez akan menghadapi tekanan besar di seri tersebut, sementara Bezzecchi masih memiliki peluang untuk ikut bersaing dalam perebutan gelar juara.