Neil Hodgson menilai bahwa Jorge Martin terlalu berambisi saat bertarung melawan Marc Marquez dalam Sprint MotoGP Australia 2026 yang berlangsung di Phillip Island pada Sabtu, 24 Oktober. Mantan pembalap MotoGP ini berpendapat bahwa Martin seharusnya lebih bersedia untuk kehilangan sedikit waktu daripada memaksakan diri yang berujung pada kecelakaan.
Persaingan antara Marc Marquez dan Jorge Martin menjadi salah satu sorotan utama dalam Sprint tersebut. Keduanya bersaing ketat sejak awal balapan yang terdiri dari 13 lap, namun Martin mengalami kecelakaan di Tikungan 8 pada lap kedelapan. Marquez pun berhasil melanjutkan balapan tanpa ada tekanan dari Martin dan keluar sebagai pemenang, sementara Martin harus mengakhiri Sprint lebih awal akibat terjatuh.
Kondisi Cedera Martin
Kondisi Martin menjadi perhatian setelah tim medis MotoGP mengonfirmasi bahwa pembalap dari tim Aprilia tersebut tidak dapat melanjutkan Grand Prix Australia. Ia dilaporkan mengalami patah tulang radius dan diduga juga mengalami patah tulang ulna.
Analisis Kecelakaan oleh Neil Hodgson
Neil Hodgson berpendapat bahwa Martin berkontribusi terhadap kecelakaan yang dialaminya karena terlalu memaksakan diri dalam upaya mempertahankan posisinya melawan Marquez. Dalam siaran TNT Sports setelah balapan, Hodgson menjelaskan bahwa Martin menyentuh kerb yang mengganggu keseimbangan motornya, sehingga menyulitkannya dalam mengambil tikungan dengan baik. “Dia menyentuh kerb dan membuat motornya tidak stabil, padahal dia harus berbelok. Akibatnya, dia terlambat masuk tikungan dan mencoba mengambil apex dengan lebih agresif. Ban depan akhirnya tidak mampu bertahan,” ungkap Hodgson.
Hodgson menambahkan bahwa Martin seharusnya memilih jalur yang lebih aman meskipun harus kehilangan waktu. Ia memperkirakan bahwa jika Martin melebar sedikit, ia hanya akan kehilangan sekitar 0,3 detik, namun tetap terhindar dari risiko yang lebih besar. “Dia terlalu memaksakan diri. Dia tidak mau kehilangan sedikit waktu. Padahal, tidak masalah jika dia melebar dan kehilangan 0,3 detik,” ujarnya.
Hodgson juga mengamati bahwa tekanan dari Marquez berkontribusi pada situasi di lintasan. Marquez terus memberikan tekanan yang membuat Martin berusaha keras untuk mempertahankan posisinya dalam duel yang sangat ketat. “Marc terus menekan dan memberikan tekanan. Sayangnya, dari situ kesalahan bisa terjadi,” tambahnya.
Keberlanjutan karir balap Jorge Martin kini menjadi perhatian setelah insiden ini. Kecelakaan tersebut berpotensi memengaruhi persaingan untuk gelar juara dunia MotoGP 2026, terutama jika ia harus absen dari balapan selanjutnya.