Logo
Basket

Junas Miradiarsyah: Format Kandang-Tandang Tingkatkan Jumlah Penonton

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyatakan bahwa penerapan format kandang-tandang telah meningkatkan jumlah penonton secara signifikan, mencapai 400 persen.

A
Arya Satya
17 September 2026 28 pembaca
Junas Miradiarsyah Klaim Format Tandang-Kandang Bikin Penonton Meningkat
Junas Miradiarsyah Klaim Format Tandang-Kandang Bikin Penonton Meningkat

Format kandang-tandang yang diterapkan oleh Indonesian Basketball League (IBL) sejak tahun 2023 telah menjadi elemen krusial dalam investasi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem bola basket di Indonesia secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL, dalam acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Junas mengungkapkan, "Penonton naik 400 persen dari format series menjadi kandang-tandang. Jadi, itu merupakan indikator bahwa insya Allah kami sudah mengarah ke yang lebih tepat." Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Rabu, Junas menjelaskan bahwa transformasi kompetisi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2020, yang mencakup penguatan pengelolaan jadwal, transisi klub berbasis kota, pengembangan aspek komersial, serta pembangunan ekosistem liga.

Peluang untuk Klub dan Komunitas

Menurut Junas, penerapan format kandang-tandang memberikan peluang bagi klub untuk bertanding di kota masing-masing, sekaligus membangun pasar, basis penggemar, dan identitas yang lebih kuat di daerah. Kehadiran pertandingan secara langsung di berbagai kota juga membuka kesempatan bagi klub untuk berinteraksi dengan komunitas lokal.

Dia menambahkan bahwa perubahan ini perlu dilihat sebagai investasi untuk meningkatkan nilai kompetisi dalam jangka panjang. Pertumbuhan basis penggemar diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat, serta menciptakan peluang komersial bagi klub, sponsor, atlet, dan pelaku industri olahraga.

Minat Masyarakat Terhadap Bola Basket

Junas juga menekankan bahwa skala kompetisi IBL yang semakin berkembang membuat pertandingan lebih dekat dengan masyarakat. Hal ini membuka peluang bagi klub untuk mengembangkan potensi pasar di kota masing-masing dan memperluas basis pendukung. Potensi tersebut semakin meningkat karena tingkat ketertarikan terhadap bola basket di kalangan anak muda Indonesia diperkirakan berada di atas 80 persen, yang dianggap sebagai modal penting bagi pengembangan industri bola basket nasional.

Dalam sesi Champion Stage ISS 2026, Leo Gautama, pemilik Bogor Hornbills, juga menyampaikan pandangan serupa setelah klubnya mencatatkan sejarah sebagai juara baru IBL pada tahun 2026. "Saya apresiasi dengan IBL yang telah mengemas liganya sangat baik dan kami semua harus bersiap dengan ledakan peningkatan minat pasar bola basket dalam tiga sampai lima tahun mendatang seiring popularitas yang terus meningkat," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penerapan format tersebut tidak hanya mengubah lokasi pertandingan, tetapi juga memperluas hubungan klub dengan masyarakat. Perkembangan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi klub serta industri bola basket di Indonesia dalam jangka panjang.

Artikel Terkait