Logo
Raket

Kejutan di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026: China Hanya Raih Satu Emas

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 di New Delhi berakhir dengan hasil mengecewakan bagi tim China, yang hanya meraih satu medali emas di nomor ganda putra, sementara nomor tunggal mengalami kegagalan t...

A
Arka Wisena
26 August 2026 22 pembaca
Liang Weikeng-Wang Chang/[Foto:Sohusports]
Liang Weikeng-Wang Chang/[Foto:Sohusports]

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, ditutup pada malam tanggal 23 dengan hasil yang mengecewakan bagi tim bulu tangkis China. Tim ini berhasil mengumpulkan satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu, dengan satu-satunya medali emas diraih oleh pasangan Liang Weikeng dan Wang Chang di nomor ganda putra. Meskipun medali emas ini mempertahankan rekor China yang telah ada sejak 1983 untuk memenangkan medali emas di setiap Kejuaraan Dunia, pencapaian kali ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan hasil sebelumnya yang mencatatkan dua medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.

Kegagalan di Nomor Tunggal

Kegagalan tim tunggal putra dan kekeringan medali di nomor tunggal putri selama 15 tahun menjadi sorotan utama. Di final ganda campuran dan ganda putri, tim China juga mengalami kekalahan, menjadikan medali emas di ganda putra sebagai satu-satunya pencapaian yang dapat dianggap sebagai penghiburan. Kejuaraan ini merupakan yang terakhir di era "sistem 3 game 21 poin" dan dianggap sebagai ujian penting menjelang Olimpiade Los Angeles. Namun, penampilan tim bulu tangkis nasional China dalam ujian ini sangat mengecewakan.

Dalam nomor tunggal putra, juara bertahan Shi Yuqi dan Weng Hongyang tersingkir di babak awal, sementara Li Shifeng juga kalah dari Naraoka asal Jepang di babak 16 besar. Ini adalah kali pertama sejak 1995 tidak ada wakil tunggal putra China yang mencapai perempat final. Shi Yuqi menghadapi masalah cedera yang mengganggu performanya, sedangkan peringkatnya kini turun ke posisi keenam dunia.

Masalah di Nomor Tunggal Putri

Di sisi lain, tim tunggal putri juga mengalami kesulitan, dengan Wang Zhiyi yang meraih medali perunggu, tetapi gagal di semifinal melawan An Se-young dari Korea Selatan. Chen Yufei juga tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Lee Myo-mi dari Thailand. Penurunan performa di nomor tunggal ini disebabkan oleh cedera yang dialami para pemain veteran dan kurangnya kemajuan dari generasi muda. Shi Yuqi dan Chen Yufei, yang kini berusia 30 dan 28 tahun, menghadapi tantangan berat dalam hal fisik dan cedera, sementara pemain muda belum mampu mengisi kekosongan tersebut.

Di nomor ganda campuran dan ganda putri, pasangan yang diharapkan menjadi andalan, Feng Yanzhe/Huang Dongping dan Liu Shengshu/Tan Ning, juga gagal meraih medali emas. Kedua pasangan ini kalah di final, dengan Liu Shengshu/Tan Ning mengalami kekalahan dari pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetisi dari tim-tim lain seperti Korea Selatan, Prancis, dan Thailand, yang kini mampu menantang dominasi China.

Medali emas ganda putra yang diraih oleh Liang Weikeng dan Wang Chang setelah delapan tahun menjadi satu-satunya pencapaian yang patut diapresiasi, meskipun tidak dapat menutupi berbagai masalah yang muncul di ajang lainnya. Tim pelatih bulu tangkis nasional China dihadapkan pada tantangan untuk membantu para veteran kembali ke performa terbaik, mempercepat pengembangan bakat baru, dan meningkatkan ketahanan mental pemain di pertandingan krusial. Jika isu-isu mendasar ini tidak ditangani, tim bulu tangkis nasional China mungkin akan menghadapi tantangan yang lebih besar pada siklus Olimpiade Los Angeles mendatang.

Artikel Terkait