Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengungkapkan rasa lega setelah berhasil menyelesaikan sprint race MotoGP San Marino dengan meraih posisi pertama. Ia menilai bahwa keputusan untuk menggunakan ban medium ternyata memberikan hasil yang memuaskan.
Setelah mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi, Marquez menyadari bahwa perbedaan antara ban tipe soft dan medium tidak terlalu signifikan. Hal ini membuatnya memilih ban medium, karena ia percaya ban tersebut akan lebih tahan lama hingga akhir balapan. Pilihannya terbukti tepat, di mana Marquez berhasil meraih kemenangan dengan ban yang dipilihnya.
Pemahaman Baru tentang Ban
Marquez menyatakan, "Saya sempat yakin bahwa menggunakan ban belakang soft adalah langkah yang tepat untuk balapan sprint, tetapi secara bertahap saya mulai memahami—dan setelah kami menganalisisnya bersama Ducati—bahwa performa kedua ban ternyata sangat berimbang; dengan kedua ban tersebut, peluang untuk finis di podium pada balapan sprint sama-sama terbuka." Ia menambahkan bahwa umpan balik dan data yang diperoleh mendorongnya untuk memilih ban medium.
Lebih lanjut, Marquez mengungkapkan, "Saya tahu betul bahwa, dengan kompon soft, saya mungkin bisa finis di posisi kedua atau ketiga. Namun dengan ban medium, peluang saya terbuka untuk finis di posisi kedua, ketiga, atau bahkan merengkuh kemenangan. Jadi, hal itulah yang memberikan saya dorongan ekstra untuk bertarung melawan Bezzecchi."
Kendala dengan Ban Soft
Marquez juga menjelaskan bahwa dengan ban medium, ia merasa lebih mampu mengendalikan motornya. Ia menyatakan, "Memang hal ini bergantung pada motor, bergantung pula pada gaya balap. Namun, saat menggunakan ban soft pagi ini, saya menemui beberapa kendala yang menurut saya agak berisiko."
Keputusan cerdas Marquez dalam memilih ban medium diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pembalap lain dalam menentukan strategi yang tepat selama balapan.