Logo
Moto GP

--- Kesulitan Toprak Razgatlioglu di MotoGP, Analisis dari Dua Pembalap WSBK ---

--- Nicolo Bulega dan Danilo Petrucci mengungkapkan alasan di balik kesulitan Toprak Razgatlioglu dalam menjalani musim pertamanya di MotoGP, terutama terkait gaya balap dan karakter motor. ---

A
Arka Wisena
27 September 2026 28 pembaca
Toprak Razgatlioglu, Nicolo Bulega dan Danilo Petrucci saat masih bersaing di World Superbike.
Toprak Razgatlioglu, Nicolo Bulega dan Danilo Petrucci saat masih bersaing di World Superbike.
---TITLEEXCERPT--- Nicolo Bulega dan Danilo Petrucci mengungkapkan alasan di balik kesulitan Toprak Razgatlioglu dalam menjalani musim pertamanya di MotoGP, terutama terkait gaya balap dan karakter motor. ---CONTENT---

Toprak Razgatlioglu menghadapi tantangan berat dalam musim debutnya di MotoGP 2026. Pembalap asal Turki ini, yang sebelumnya dikenal sebagai juara dunia World Superbike, sering kali terjebak di posisi belakang grid saat membalap bersama Pramac Yamaha, meskipun ekspektasi tinggi mengingat prestasinya di Superbike.

Menurut Nicolo Bulega, mantan rival Toprak di World Superbike, salah satu faktor yang memengaruhi performa Toprak adalah gaya pengeremannya yang sangat agresif, yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik motor dan ban Michelin yang digunakan di MotoGP. Bulega sependapat dengan Danilo Petrucci, mantan pembalap MotoGP, yang menyatakan bahwa Toprak masih membawa gaya berkendara dari ajang Superbike ke MotoGP, yang justru tidak sejalan dengan kebutuhan motor MotoGP saat ini.

Performa Motor dan Gaya Balap

Bulega menilai, "Bagi saya, Toprak sangat kuat, sangat kuat. Dia kesulitan tahun ini terutama karena mungkin dia mengendarai motor yang paling tidak kompetitif saat ini," ungkapnya dalam sebuah podcast. Ia juga menyoroti bahwa gaya pengereman Toprak yang bergantung pada bagian depan motor secara ekstrem menyebabkan roda belakang terangkat saat melakukan pengereman keras.

Andrea Dovizioso, yang kini berperan sebagai test rider Yamaha, juga menggarisbawahi masalah yang sama. Ia menyatakan bahwa pendekatan agresif Toprak saat memasuki tikungan menjadi salah satu alasan mengapa gaya balapnya tidak cocok dengan motor MotoGP. "Dia adalah tipe pembalap yang jika tidak percaya pada bagian depan akan mendapat masalah karena gaya balapnya. Ban Michelin sedikit menyulitkan untuk mengerem keras," tambah Bulega.

Peluang di Musim Depan

Bulega optimis mengenai peluang Toprak untuk tampil lebih kompetitif di musim mendatang. Ia percaya bahwa jika Yamaha mampu meningkatkan performa motor untuk tahun 2027 dan jika ban Pirelli lebih sesuai dengan gaya balapnya, Toprak berpotensi untuk kembali menunjukkan kecepatan yang dimilikinya. "Jika Yamaha mengambil langkah maju dan ada ban Pirelli, saya pikir Toprak juga akan jauh lebih ke depan," tutup Bulega.

Artikel Terkait