Gelaran MotoGP Qatar 2026 menghadapi ketidakpastian yang signifikan akibat konflik yang semakin memanas di wilayah Timur Tengah. Balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November ini berpotensi ditolak oleh beberapa pabrikan besar, termasuk Honda dan Yamaha, jika penyelenggaraan tidak dibatalkan atau dipindahkan ke lokasi lain.
Menurut laporan dari GPOne, suasana di paddock MotoGP menunjukkan kurangnya antusiasme terhadap rencana balapan di Qatar. Kekhawatiran ini semakin meningkat seiring dengan laporan tentang eskalasi konflik, termasuk serangan lintas perbatasan oleh kelompok Houthi dari Yaman ke Arab Saudi. Pebalap Francesco Bagnaia juga telah mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan harus memasuki area konflik untuk mengikuti balapan.
Pabrikan Jepang Berpotensi Mengajukan Keberatan
Seorang manajer tim MotoGP yang tidak disebutkan namanya memperkirakan bahwa pabrikan asal Jepang, yaitu Honda dan Yamaha, akan mengajukan keberatan resmi. Ia menilai bahwa kebijakan kepatuhan perusahaan dapat memengaruhi keputusan kedua pabrikan tersebut, termasuk bagi staf yang memiliki kontrak dengan perusahaan induk mereka. “Saya memperkirakan pabrikan Jepang akan mengajukan keberatan resmi jika acara tersebut tidak dibatalkan atau dipindahkan, mengingat kebijakan kepatuhan mereka yang ketat,” ungkap sumber tersebut kepada GPOne.
Selain itu, Ducati juga diperkirakan akan mengambil sikap yang sama, mengingat mereka berada di bawah naungan Grup Audi. Jika ketiga pabrikan tersebut memutuskan untuk tidak berpartisipasi, maka penyelenggaraan balapan akan menghadapi tantangan besar, mengingat posisi mereka yang signifikan dalam kompetisi MotoGP.
Implikasi Pembatalan Balapan
Walaupun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Honda, Yamaha, atau Ducati mengenai pengajuan keberatan. Pernyataan tersebut masih bersifat dugaan dari sumber anonim. CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, sebelumnya telah menegaskan bahwa Grand Prix Qatar tetap dijadwalkan berlangsung tahun ini, selama tidak ada perubahan situasi yang memaksa pengambilan keputusan berbeda.
Pembatalan satu seri balapan juga dapat berdampak pada perebutan gelar juara dunia 2026. Jika GP Qatar tidak terlaksana tanpa adanya pengganti, sebanyak 37 poin yang seharusnya diperoleh akan hilang dari kalender, yang dapat memengaruhi persaingan antara Marc Marquez dan Jorge Martin, serta mempersempit peluang Marco Bezzecchi untuk mengejar ketertinggalan di klasemen.
Keputusan akhir mengenai nasib GP Qatar masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan dan keputusan resmi dari penyelenggara MotoGP.