Fermin Aldeguer masih menghadapi ketidakpastian untuk tampil di MotoGP Australia setelah mengalami patah tulang di tangan kanannya saat balapan di Mandalika. Meskipun telah menjalani operasi, kondisi tangan pembalap Gresini tersebut masih dalam keadaan digips, sehingga kemungkinan besar ia akan digantikan oleh pembalap lain.
Pembalap berusia 21 tahun itu dijadwalkan terbang ke Phillip Island pada awal pekan depan, tetapi pemulihan tangannya belum sepenuhnya tuntas setelah insiden di Indonesia. Selama akhir pekan MotoGP Indonesia, Aldeguer mengalami tiga kecelakaan. Dua dari insiden tersebut terjadi pada sesi latihan bebas pertama dan kualifikasi, tetapi tidak mengakibatkan cedera serius. Namun, dalam balapan utama pada hari Minggu, ia terjatuh lagi.
Kecelakaan yang Menyebabkan Cedera
Kecelakaan ketiga yang dialami Aldeguer tidak berdampak besar, tetapi saat merasa frustrasi, ia memukul permukaan aspal dengan telapak tangan. Tindakan tersebut ternyata menyebabkan patah tulang, bukan dari kecelakaan itu sendiri. Setelah kejadian tersebut, ia menjalani operasi di Barcelona untuk mengatasi patah tulang pada pangkal metakarpal pertama di tangan kanannya. Meskipun operasi telah dilakukan, kondisi Aldeguer masih menimbulkan tanda tanya menjelang seri di Australia.
Pada hari Sabtu, Aldeguer terlihat menghadiri ajang World Superbike di Jerez dengan tangan kanannya masih dalam keadaan digips dan lengannya ditopang oleh penyangga. Sementara itu, Iker Lecuona telah disiapkan sebagai calon pengganti jika Aldeguer dinyatakan belum pulih. Lecuona sebelumnya juga pernah menggantikan Aldeguer yang mengalami cedera di Hungaria dan Inggris pada musim ini.
Pertemuan dengan Calon Rekan Setim
Di Jerez, Aldeguer bertemu dengan Nicolo Bulega, calon rekan setimnya di VR46 Ducati, yang dijadwalkan akan membela tim milik Valentino Rossi pada tahun 2027 dan 2028. Bulega menilai Aldeguer sebagai sosok yang menyenangkan dan cepat, meskipun mereka belum saling mengenal dengan baik. “Saya belum terlalu mengenalnya, tetapi menurut saya dia orang yang hebat dan sangat cepat,” ungkap Bulega. Ia berharap dapat belajar dari Aldeguer dan membangun hubungan yang baik saat mereka bekerja sama nanti.
Bulega juga memahami frustrasi yang dirasakan Aldeguer setelah insiden di Mandalika, di mana kesalahan dapat membuat kerja keras tim selama akhir pekan menjadi sia-sia. Namun, Bulega tidak dapat menggantikan Aldeguer jika diperlukan di Australia, karena ia sudah memiliki agenda untuk menghadiri balapan Formula 1 di Texas pada akhir pekan yang sama, termasuk mengikuti parade Ducati.