Logo
Moto GP

Kritik Terhadap Format Baru MotoGP 2027: Ancaman bagi Keselamatan Pembalap

Carlo Pernat, seorang pengamat MotoGP, mengungkapkan keprihatinannya mengenai format akhir pekan MotoGP 2027 yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pembalap. Ia juga memberikan penghormatan kep...

E
Eko Prasetyo
18 October 2026 19 pembaca
Pedro Acosta, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia
Pedro Acosta, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia

Carlo Pernat, seorang pengamat MotoGP, menyampaikan kritik tajam terkait format akhir pekan yang akan diterapkan pada MotoGP 2027. Ia menilai bahwa perubahan ini dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi para pembalap. Pernat juga memberikan penghormatan kepada Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Francesco Bagnaia yang berani menyuarakan keberatan mereka.

Pernat menyoroti bahwa format baru ini akan memisahkan sesi kualifikasi Sprint dan Grand Prix. Pada hari Jumat, para pembalap akan melakukan latihan bebas yang diakhiri dengan kualifikasi Sprint. Sementara itu, hari Sabtu akan diisi dengan sesi kualifikasi Grand Prix yang diikuti oleh seluruh 22 pembalap di Q1, sebelum dilanjutkan dengan balapan Sprint pada sore hari. Balapan utama tetap akan berlangsung pada hari Minggu.

Kekhawatiran Terhadap Kecelakaan

Perubahan format ini menimbulkan kekhawatiran karena semua pembalap harus bersaing untuk mendapatkan posisi dalam sesi kualifikasi yang berlangsung dalam waktu yang singkat. Andrea Dovizioso sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa format ini dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan keselamatan para pembalap.

Pernat mengungkapkan kritiknya dalam sebuah wawancara dengan Formula Passion, di mana ia menyatakan bahwa penyelenggara telah membuat keputusan yang keliru. Ia bahkan menggambarkan format baru ini sebagai "parade ambulans" karena kemungkinan besar akan terjadi banyak kecelakaan. “Bayangkan semua pembalap berada di lintasan pada hari Sabtu dalam rentang waktu hanya 15 menit. Apa artinya itu? Di sirkuit yang membutuhkan sekitar dua menit untuk satu putaran, jika ada bendera kuning atau insiden lain, seorang pembalap mungkin hanya bisa menyelesaikan satu putaran,” jelasnya.

Apresiasi untuk Pembalap Berani

Pernat juga mengungkapkan kesulitan untuk menerima perubahan ini, bahkan jika jumlah Sprint dikurangi menjadi sekitar 10 kali dalam satu musim seperti di Formula 1. Menurutnya, format baru ini tetap berpotensi membahayakan keselamatan pembalap.

Di tengah kritik yang dilontarkannya, Pernat memberikan apresiasi kepada beberapa pembalap yang berani menyuarakan ketidakpuasan mereka. Ia secara khusus menyebut Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Francesco Bagnaia sebagai sosok yang patut dihormati karena keberanian mereka menentang perubahan tersebut. “Saya sangat menghormati Marc Marquez, Acosta, dan Bagnaia. Mereka termasuk yang benar-benar menunjukkan ketidaksenangan. Mereka benar untuk bersikap seperti itu,” ujarnya.

Marquez sebelumnya juga mengungkapkan bahwa para pembalap tidak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam penentuan format baru ini. Menurutnya, mereka hanya bisa menerima keputusan yang telah diambil atau memilih untuk tidak menerimanya. Perdebatan mengenai format MotoGP 2027 menunjukkan bahwa perubahan jadwal bukan hanya masalah hiburan dan kompetisi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan beban yang harus ditanggung oleh para pembalap menjelang era regulasi baru MotoGP.

Artikel Terkait