Logo
Moto GP

KTM Dinilai Terlalu Cepat Berpisah dengan Maverick Vinales

Performa Maverick Vinales yang menurun bersama KTM Tech3 selama MotoGP 2026 memicu banyak kritik, namun mantan manajernya berpendapat pabrikan Austria itu terlalu cepat kehilangan kepercayaan kepada p...

D
Dharma Kusuma
21 July 2026 17 pembaca
Maverick Vinales
Maverick Vinales

Performa Maverick Vinales yang semakin menurun saat membela KTM Tech3 di MotoGP 2026 telah memicu berbagai kritik. Namun, Pablo Nieto, mantan manajer Vinales, berpendapat bahwa pabrikan asal Austria tersebut terlalu cepat dalam kehilangan kepercayaan terhadap pembalap Spanyol itu.

Setelah menjalani musim 2026 yang tidak sesuai harapan, masa depan Vinales di MotoGP kini dipenuhi ketidakpastian. Rentetan hasil buruk, cedera, dan kritik terbuka dari tim semakin memperburuk posisinya. Situasi ini mencapai puncaknya setelah balapan di MotoGP Jerman, ketika Vinales memutuskan untuk mengakhiri balapannya lebih awal. Keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan di pihak KTM dan Tech3, yang merasa bahwa Vinales kembali gagal memenuhi ekspektasi yang diharapkan.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengakui bahwa motor RC16 mengalami masalah yang berkaitan dengan keselamatan. Meskipun demikian, perhatian negatif lebih banyak tertuju kepada Vinales. Nieto, yang kini menjabat sebagai manajer tim VR46, menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya adil. Ia percaya bahwa cedera yang dialami Vinales menjadi penyebab utama menurunnya kepercayaan KTM terhadap mantan anak didiknya.

Pandangan Nieto tentang Cedera Vinales

“Sayangnya, dalam olahraga seperti ini, orang hanya mengingat apa yang Anda lakukan di balapan terakhir,” ungkap Nieto. “Saya dan Maverick pernah bersama-sama menjuarai Moto3. Dia adalah salah satu pembalap paling bertalenta yang pernah saya lihat. Namun, dia tidak beruntung karena terus diganggu cedera.”

Menurut Nieto, ketika seorang pembalap absen karena cedera, tim sering kali bergerak cepat mencari solusi lain dan mengabaikan pembalap tersebut. “Begitu cedera membuat Anda melewatkan beberapa balapan, mereka bisa melupakan Anda hanya dalam sehari. Bahkan, mereka nyaris tidak lagi membicarakan Anda. Mungkin itulah yang terjadi pada Maverick,” tambahnya.

Minimnya Dukungan dan Motivasi Vinales

Nieto juga menyatakan bahwa kurangnya dukungan dari tim dan pabrikan berkontribusi pada penurunan motivasi Vinales sepanjang musim ini. “Kalau hasil tidak datang, Anda tidak puas dengan motor maupun tim, lalu merasa tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari pabrikan, tentu semuanya menjadi sangat berat. Dari pengamatan saya, Maverick tampaknya sudah mulai kehabisan energi secara mental,” jelas Nieto.

Spekulasi mengenai kemungkinan pensiun dini Vinales dari MotoGP semakin menguat. Meskipun KTM berpeluang untuk mengakhiri kerja sama lebih awal, situasi yang terjadi sepanjang musim membuat kedua belah pihak tampaknya kesulitan untuk menemukan solusi terbaik.

Artikel Terkait