Luca Marini, pembalap dari tim Honda Racing, mengungkapkan rasa herannya terkait performanya yang selalu kurang optimal dalam sesi kualifikasi. Di sepanjang musim MotoGP ini, ia hanya berhasil menembus posisi sepuluh besar sebanyak dua kali dalam kualifikasi yang telah berlangsung.
Meskipun posisi startnya tidak ideal, Marini menunjukkan kemampuan yang mengesankan saat berlaga di balapan utama. Ia merasa ada kontradiksi dalam performanya yang membuatnya frustrasi. "Seandainya saya bisa mendapatkan posisi start yang lebih baik, saya yakin bisa meraih hasil yang lebih baik pula di balapan utama," ujarnya.
Performa Optimal di Balapan Utama
Marini menyatakan, "Performa saya selalu mencapai puncaknya pada balapan hari Minggu. Saya hampir selalu menjadi pembalap tercepat yang mengendarai motor pabrikan Jepang. Jadi, potensi untuk bersaing di hari Minggu sebenarnya selalu ada. Namun, jika saya harus terus-menerus memulai balapan dari P15 atau P16, semuanya jelas akan menjadi jauh lebih rumit. Saya ingin sesekali menjalani balapan dengan lebih mudah! Bisa start dari P8 atau P9 saja rasanya sudah akan sangat luar biasa."
Tantangan dalam Mencari Grip
Marini juga menjelaskan tantangan yang dihadapinya saat mencari grip tambahan. "Setiap kali kami mencoba mencari cengkeraman ekstra, motor justru menjadi liar dan saya kehilangan banyak waktu akibat guncangan saat keluar tikungan, ditambah lagi sistem traction control yang terlalu banyak memangkas tenaga. Oleh karena itu, kami harus selalu mencari titik keseimbangan dari kendala tersebut," tuturnya.
Ia menambahkan, "Tingkat edge grip kami memang tidak cukup mumpuni untuk mencetak waktu satu putaran yang cepat, tetapi di sisi lain, jika kami memaksakan diri untuk menambah grip, motor akan bergetar hebat saat ditegakkan kembali, sehingga situasinya saat ini memang cukup menyulitkan."