Musim panas dalam ajang MotoGP telah dimulai, namun Marc Marquez, pemenang Grand Prix Jerman, bertekad untuk memanfaatkan momen ini dengan berlatih intensif di gym agar dapat kembali dalam kondisi prima dan bersaing untuk meraih gelar juara dunia kelas utama yang kedelapan. Setelah berhasil merangkak dari posisi kelima ke posisi ketiga dalam klasemen kejuaraan berkat perolehan 37 poin di Sachsenring, Marquez menunjukkan semangatnya dan tidak berencana untuk bersantai di pantai dalam beberapa minggu ke depan. Ia memandang jeda ini sebagai kesempatan yang ideal untuk melupakan masalah cedera yang mengganggu.
Sejak mengalami berbagai masalah kesehatan akibat kecelakaan di Mandalika tahun lalu, Marquez telah mencatatkan tiga kemenangan dari empat balapan terakhir. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kondisi lengan kanannya yang bermasalah belum sepenuhnya pulih. Dua dari tiga kemenangan tersebut diraih di sirkuit yang tidak terlalu menuntut fisik, seperti Balaton dan Sachsenring, sementara kemenangan di GP Ceko hanya dapat diraih dengan usaha maksimal hingga kelelahan.
Pentingnya Latihan yang Berkelanjutan
Untuk dapat bersaing di berbagai jenis sirkuit pada paruh kedua musim ini, Marquez merasa perlu memanfaatkan waktu jeda ini untuk memasuki ritme latihan yang berkelanjutan. "Saya akan menyambut jeda ini dengan kasih sayang, kebahagiaan, dan mencoba untuk beristirahat dari sisi mental," ujarnya dalam konferensi pers setelah kemenangan dominannya di Jerman. "Namun dari sisi fisik, saya akan berusaha terus berlatih. Karena salah satu hal yang tidak bisa saya lakukan seperti dulu adalah berlatih setiap hari. Saya selalu perlu beberapa hari jeda antara latihan keras."
Kesulitan Awal Musim dan Harapan ke Depan
Marquez juga menyatakan bahwa ia tinggal di Madrid sebagian besar karena adanya peralatan latihan khusus yang tersedia di ibu kota Spanyol tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut tentang niatnya untuk beristirahat "dari sisi mental", Marquez merujuk pada awal musim 2025 yang sulit, yang disebabkan oleh sekrup longgar dari operasi sebelumnya yang memengaruhi perasaannya saat mengendarai motor. Masalah ini telah ditangani melalui prosedur bedah pada bulan Mei.
"Anda tidak dapat membayangkan… betapa stresnya bagian pertama musim ini bagi saya," tambahnya. "Lima balapan pertama… karena saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terjatuh tanpa mengetahui penyebabnya, karena saraf tidak memberi saya peringatan." Marquez berharap bahwa dengan pendekatan bertahap, ia dapat mengendarai dengan cara yang sama seperti sebelumnya, tetapi dengan tingkat stres yang lebih rendah.