Logo
Moto GP

Marc Marquez Mengakui Kehilangan Konsentrasi Setelah Insiden Bezzecchi di Misano

Marc Marquez mengungkapkan bahwa ia sempat kehilangan fokus setelah melihat Marco Bezzecchi terjatuh di balapan MotoGP San Marino 2026, yang memberikan peluang bagi Jorge Martin untuk mengambil alih p...

A
Arka Wisena
15 September 2026 30 pembaca
Marco Bezzecchi sempat memimpin balapan di MotoGP San Marino sebelum crash dan posisinya diambil alih Marc Marquez.
Marco Bezzecchi sempat memimpin balapan di MotoGP San Marino sebelum crash dan posisinya diambil alih Marc Marquez.

Marc Marquez mengakui bahwa ia merasa terlena setelah menyaksikan Marco Bezzecchi terjatuh dari posisi terdepan, yang mengakibatkan ia kehilangan ritme dan memberi peluang bagi Jorge Martin untuk mengambil alih pimpinan balapan. Meskipun berhasil meraih kemenangan di MotoGP San Marino 2026, Marquez mengakui bahwa jalannya balapan tidaklah mudah.

Bezzecchi, yang sempat memimpin, kehilangan harapan untuk meraih kemenangan setelah terjatuh di lap pertama, tepatnya di Tikungan 13, akibat kehilangan grip pada bagian depan motornya. Dengan insiden tersebut, Marquez pun otomatis mengambil alih posisi terdepan. Namun, situasi ini membuat juara dunia delapan kali itu sedikit kehilangan konsentrasi.

Perubahan Pendekatan Balapan

“Ketika saya melihat Bezzecchi terjatuh, saya menjalani balapan dengan pendekatan yang berbeda,” ungkap Marquez kepada DAZN. “Mungkin saya terlalu rileks dan itu memberi Jorge kesempatan untuk menyerang saya.” Pada lap ketujuh, Jorge Martin berhasil menyalip Marquez ketika pembalap asal Spanyol itu tidak dapat menemukan ritme terbaiknya.

Meski demikian, Marquez tidak panik. Ia perlahan-lahan menemukan kembali feeling terhadap motornya dan berhasil merebut kembali posisi pertama dari Martin pada lap ke-12 di Tikungan 6. “Saya melihat Bezzecchi terjatuh, saya lengah. Di sirkuit ini, dengan grip sebanyak ini, ketika Anda sedikit rileks dan tidak mengendarai motor dengan agresif, motor tidak mau berbelok dan bagian depan terasa sulit dikendalikan,” jelasnya.

Tekanan dari Alex Marquez

Marquez kemudian menghadapi tekanan dari adiknya, Alex Marquez, yang mampu menjaga jarak dan mencatat waktu lap sekitar 1 menit 31 detik untuk mendekat. Namun, Marc berhasil mempertahankan keunggulannya hingga garis finis. Ia menilai bahwa situasi di Misano membuat pembalap yang berada di belakang sulit untuk melakukan manuver jika tidak memiliki keunggulan kecepatan yang signifikan.

“Alex mengejutkan saya ketika melihat dia mencatat waktu di kisaran 1 menit 31 detik dan terus mendekat. Tetapi di sirkuit ini, ketika jaraknya setengah detik, Anda harus jauh lebih cepat untuk bisa menyalip,” kata Marc. Kemenangan ini menjadi yang kelima bagi Marquez di Grand Prix musim ini, mengantarkannya ke puncak klasemen dengan total 274 poin, sama dengan Martin, namun unggul berkat jumlah kemenangan yang lebih banyak.

Marc Marquez juga menunjukkan konsistensinya setelah absen di dua seri karena cedera. Dalam tujuh seri terakhir, ia berhasil meraih lima kemenangan, termasuk di Hungaria, Ceko, Jerman, Aragon, dan San Marino.

Artikel Terkait