Logo
Moto GP

Marc Marquez Menyadari Batas Kemampuannya Setelah Menghadapi Cedera Beruntun

Marc Marquez mengakui bahwa dirinya bukan superhero setelah mengalami serangkaian cedera yang mengancam kariernya di MotoGP. Meski meraih gelar juara dunia pada 2025, ia kini lebih berhati-hati dalam...

A
Arka Wisena
22 October 2026 19 pembaca
Marc Marquez sempat alami cedera panjang di kariernya.
Marc Marquez sempat alami cedera panjang di kariernya.

Marc Marquez mengungkapkan bahwa ia telah menyadari dirinya bukanlah sosok superhero setelah melewati berbagai cedera dan operasi yang mengancam kariernya di ajang MotoGP. Meskipun berhasil meraih gelar juara dunia pada tahun 2025, pembalap yang kini membela Ducati itu lebih berhati-hati dalam menilai risiko dan mengakui bahwa masa pensiunnya semakin mendekat.

Marquez, yang sebelumnya mendominasi MotoGP di era 2010-an bersama Honda, telah mengoleksi enam gelar juara dunia di kelas utama antara tahun 2013 hingga 2019. Namun, kecelakaan yang terjadi di Jerez pada tahun 2020 mengubah arah kariernya. Insiden tersebut mengakibatkan Marquez mengalami patah tulang humerus di lengan kanannya. Usahanya untuk kembali terlalu cepat justru memperburuk kondisinya, yang berujung pada empat kali operasi dalam dua tahun berikutnya.

Perjuangan dan Keputusan untuk Terus Berjuang

Kecelakaan serius yang dialaminya di Indonesia pada tahun 2022 sempat membuat Marquez mempertimbangkan untuk meninggalkan MotoGP. Namun, pembalap asal Spanyol ini memilih untuk terus berjuang, meninggalkan Honda dan bergabung dengan Ducati, hingga akhirnya kembali meraih gelar juara dunia pada tahun 2025.

Dalam program Helmets Off yang diselenggarakan oleh MotoGP, Marquez mengakui bahwa ia tidak memiliki jawaban pasti tentang bagaimana ia bisa mempertahankan motivasi selama bertahun-tahun. “Menang satu kali, saya rasa 22 pembalap MotoGP punya kemampuan untuk melakukannya. Namun, bisa menang selama bertahun-tahun dan terus mempertahankan motivasi adalah sesuatu yang saya sendiri tidak tahu bagaimana melakukannya,” ungkapnya.

Kesadaran akan Batas Fisik

Marquez menyatakan bahwa energi yang ia miliki saat berusia 20 atau 21 tahun sangat berbeda dengan saat ini. Setelah mengalami banyak cedera, ia menyadari bahwa pembalap profesional juga memiliki batas fisik. “Sebelum 2020, saya merasa seperti superhero. Kemudian 2020 menyadarkan saya bahwa kami juga manusia,” jelasnya.

Saat ini, Marquez masih merasakan masalah pada bahu kanannya setelah terlibat kecelakaan dengan Marco Bezzecchi di Indonesia pada tahun 2025. Bahu tersebut telah menjalani tujuh kali operasi, sehingga ia harus lebih berhati-hati dalam menentukan batas kemampuannya. Meskipun demikian, Marquez merasa masih kompetitif dan belum menyerah secara mental. Ia juga menilai bahwa risiko cedera di MotoGP jauh lebih besar dibandingkan dengan beberapa olahraga lain, seperti sepak bola dan tenis.

Oleh karena itu, keputusan untuk pensiun bukan hanya berkaitan dengan kemampuan meraih kemenangan, tetapi juga mempertimbangkan risiko cedera dan kondisi fisik. Marquez mengakui bahwa masa pensiunnya semakin dekat, meskipun ia belum bisa memastikan kapan waktu itu akan tiba.

Kontrak baru Marquez dengan Ducati yang berdurasi dua tahun sempat menimbulkan pertanyaan mengenai masa depannya. Mantan pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso, bahkan memperkirakan bahwa Marquez bisa pensiun pada tahun 2027 jika ia berhasil meraih gelar juara dunia pada tahun 2026. Namun, hal tersebut masih merupakan prediksi Dovizioso dan bukan keputusan resmi dari Marquez.

Artikel Terkait