Logo
Moto GP

Maverick Vinales Menghadapi Tantangan Kembali di Sirkuit Motegi

Pembalap KTM Tech3, Maverick Vinales, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya saat melakukan comeback di MotoGP Jepang, terutama dengan karakteristik Sirkuit Motegi yang menantang.

E
Eko Prasetyo
03 October 2026 27 pembaca
Maverick Vinales akui tidak mudah comeback di GP Jepang. (Gambar: Motorsport)
Maverick Vinales akui tidak mudah comeback di GP Jepang. (Gambar: Motorsport)

Maverick Vinales, pembalap dari tim KTM Tech3, mengakui bahwa kembali berlaga di MotoGP Jepang bukanlah hal yang mudah. Ia merasa karakteristik Sirkuit Motegi sangat menantang dan menyulitkan bagi dirinya.

Pada sesi latihan yang telah berlangsung, Vinales harus puas menempati posisi terakhir. Ia menyatakan bahwa rasa percaya dirinya di atas motor masih kurang dan ia menghadapi berbagai masalah. Vinales berharap dapat bangkit dan menargetkan untuk menyelesaikan balapan dengan baik.

Tantangan di Sirkuit Motegi

"Jujur saja, ini bukan sirkuit ideal untuk momen kembalinya saya, mengingat banyaknya zona pengereman keras yang sangat menuntut fisik. Namun, bagaimanapun juga harus ada titik mulainya, dan saya rasa hal paling krusial saat ini adalah tetap fokus menjalankan tugas serta berfokus meningkatkan performa bersama motor," ungkap Vinales.

Ia juga menambahkan, "Jelas, saya benar-benar kehilangan feeling terhadap karakter motor untuk bisa beradaptasi secara optimal dengan apa yang dibutuhkan motor agar dapat melaju kencang. Kami memiliki referensi data yang sangat baik dari Pedro dan Enea, jadi kami harus mempelajarinya dan berupaya untuk terus berbenah."

Mencari Ritme dan Kepercayaan Diri

Vinales merasakan bahwa ia belum menemukan ritme yang tepat dengan motornya, sehingga kepercayaan dirinya belum sepenuhnya pulih. "Segalanya harus dijalani secara bertahap. Kami sudah menyadari hal itu sejak awal, dan target utama kami akhir pekan ini adalah mampu menyentuh garis finis," tuturnya.

Dengan tantangan yang ada, Vinales berharap dapat meningkatkan performanya dan menemukan kembali kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.

Artikel Terkait