Ajang MotoGP kembali menyajikan berita terbaru dari dunia balap motor, di mana Fabio Di Giannantonio, yang menunjukkan performa stabil sepanjang musim 2026, mengalami kejadian tidak menguntungkan pada balapan di Sachsenring, Jerman. Sebelum balapan ini, Di Giannantonio berhasil menyelesaikan setiap grand prix dengan sebagian besar finis di enam besar, kecuali satu kali. Konsistensinya ini membawanya bersaing ketat dalam perebutan gelar, menempatkannya di posisi ketiga klasemen dengan selisih 13 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin.
Di balapan di Jerman, Di Giannantonio memulai dari posisi ketiga di grid, memberikan harapan besar untuk meraih poin berharga, terutama karena Martin berada di belakangnya. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak padanya di Sachsenring. Di Giannantonio terjatuh dua kali dari motor Ducatinya, yang menyebabkan ia terpaksa turun ke posisi kelima dalam klasemen sementara.
Kecelakaan di Sesi Pemanasan
Kejadian pertama terjadi saat sesi pemanasan, ketika pemenang Grand Prix Catalunya bulan Mei lalu mengalami kecelakaan di Tikungan 8 dengan kecepatan tinggi. "Saya mencoba garis yang lebih baik dan sebenarnya itu sangat berhasil selama pemanasan," ungkap Di Giannantonio. Ia juga mengakui bahwa set-up motornya memberikan tekanan berlebih di bagian belakang, yang berujung pada kecelakaan tersebut.
Insiden di Balapan Utama
Dalam balapan utama, Di Giannantonio hanya mampu menyelesaikan tiga lap sebelum terjatuh lagi di Tikungan 10, saat berada di posisi kelima. Mengenai insiden tersebut, pembalap berusia 27 tahun ini mengaku masih berusaha memahami apa yang terjadi, mengingat data menunjukkan semuanya sama dengan lap sebelumnya.
Beberapa pengamat mempertanyakan keputusan Di Giannantonio untuk beralih ke aerodinamika belakang Ducati 2026 pada sesi pemanasan, yang dianggap sebagai langkah berisiko menjelang balapan penting. Namun, Di Giannantonio membela keputusannya, menyatakan bahwa tim merasa dapat kembali ke setelan sebelumnya jika diperlukan.
Pablo Nieto, manajer tim VR46, juga menilai perubahan aerodinamika tersebut bukanlah masalah besar. "Mengapa tidak? Perbedaannya hanya sedikit. Itu hanya untuk melakukan sesuatu yang sedikit berbeda, tetapi tidak ada yang berubah pada akhirnya," kata Nieto. Meskipun demikian, keputusan tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan bagi Di Giannantonio di Sachsenring.