Perhatian kini tertuju pada penggunaan helikopter yang membawa LeBron James antara New York dan Philadelphia. Jurnalis investigasi, Pablo Torre, sedang melakukan penyelidikan mengenai fasilitas yang merupakan hasil dari kesepakatan bisnis antara LeBron dan perusahaan Fanatics. Terdapat dugaan bahwa fasilitas ini mungkin berpotensi melanggar aturan batasan gaji yang berlaku di NBA.
Torre, yang sebelumnya mengungkap pelanggaran batasan gaji Los Angeles Clippers terkait Kawhi Leonard, kini memiliki fokus baru yaitu helikopter pribadi milik LeBron. Dalam acara Tuned In yang disiarkan pada Selasa (13/10) waktu setempat, Torre menegaskan bahwa timnya sedang melakukan analisis mendalam terhadap kesepakatan antara LeBron dan Fanatics.
Isu Keuntungan Tambahan
Dalam konteks penyelidikan ini, muncul pertanyaan penting: apakah fasilitas helikopter yang disediakan oleh Fanatics dapat dianggap sebagai keuntungan tambahan yang berkaitan dengan kontrak LeBron di Sixers? LeBron sendiri baru saja menandatangani kontrak veteran minimum senilai 8 juta dolar AS untuk dua tahun pada bulan Juli lalu, yang merupakan angka yang relatif kecil dibandingkan dengan gaji yang diterimanya sebelumnya.
Profil Fanatics dan Michael Rubin
Fanatics, yang didirikan oleh Michael Rubin, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang olahraga secara global. Awalnya, perusahaan ini fokus pada penjualan pernak-pernik olahraga, namun kini telah berkembang menjadi platform yang lebih luas. Rubin, yang sebelumnya memiliki saham minoritas di Sixers, telah menjual kepemilikannya pada tahun 2022. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Sixers dalam kesepakatan antara Fanatics dan LeBron, atau bahwa fasilitas tersebut diberikan dengan tujuan untuk menghindari aturan batasan gaji.
Torre belum mengambil kesimpulan mengenai adanya pelanggaran aturan NBA yang dilakukan oleh LeBron atau Fanatics. Penyelidikan masih berlangsung, dengan fokus pada aspek bisnis dan relevansinya dengan peraturan liga.