Pandu Wiguna telah membuat keputusan untuk meninggalkan Satria Muda Pertamina Bandung, sebuah langkah yang diambil setelah menjalani perjalanan panjang dalam karir basketnya. Awal mula karir basket Pandu dimulai di UKM Universitas Telkom, di mana ia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik. Dari sana, ia mulai berkompetisi dalam kejuaraan antar klub di Bandung, bermain untuk Klub Basket Sriwijaya Bandung, yang menjadi langkah awalnya menuju dunia profesional.
Penampilannya yang memukau di lapangan menarik perhatian staf kepelatihan Bank BJB Garuda Bandung. Setelah menjalani serangkaian proses seleksi, Pandu berhasil mendapatkan kontrak profesional pertamanya pada tahun 2017. Di bawah bimbingan pelatih Garuda saat itu, Almarhum Andre Yuwadi, ia berkembang menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian di liga profesional.
Perjalanan Karir dan Kenangan di Bandung
Selama sembilan tahun, Pandu menghabiskan karirnya di Bandung, bermain untuk berbagai klub. Ia mengungkapkan, “Tidak pernah terpikirkan kalau saya akan pindah dari Bandung. Atmosfer dan dukungan dari masyarakat Bandung berbeda dari kota-kota yang lain. Suporternya, antusiasmenya, terasa wah.” Pemain yang akan merayakan ulang tahun ke-31 pada bulan Oktober ini juga menambahkan, “Atmosfir dan dukungan dari masyarakat di Bandung itu berbeda. Antusiasme suporternya, serta dukungannya, sangat wah. Spesial.”
Secara keseluruhan, Pandu telah menghabiskan 13 tahun di Bandung, yang mencakup masa kuliah, karir profesional, serta kehidupan berkeluarga setelah pindah dari Riau. Ia mengakui ada rasa sedih meninggalkan Bandung, tetapi menyadari bahwa situasi hidupnya kini telah berubah. “Tentu ada rasa sedih harus meninggalkan Bandung, namun dengan situasi hidup sekarang, di mana saya sudah berkeluarga dan umur sudah senior, saya harus mencari yang terbaik untuk keluargaku. Sedih harus meninggalkan Bandung, namun antusias juga untuk hal-hal baik yang ada di depan,” jelasnya.
Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan
Pandu menggambarkan kepergiannya dari Bandung sebagai fase baru dalam hidupnya sebagai perantau. Ia mencatat bahwa pada tahun 2013, ia meninggalkan Riau untuk menuntut ilmu di Bandung, dan kini ia kembali merantau dengan meninggalkan kota tersebut. “Terima kasih untuk seluruh dukungannya selama saya berkarir di Bandung, saya mohon pamit dulu untuk merantau. Semoga kita bisa berjodoh kembali di masa depan,” tutupnya.