Logo
Moto GP

Paolo Bonora Harapkan Marco Bezzecchi Tidak Tertekan

Petinggi Aprilia Racing, Paolo Bonora, berharap Marco Bezzecchi dapat kembali tampil lepas setelah mengalami cedera, tanpa tekanan yang berlebihan.

S
Surya Kirana
20 August 2026 20 pembaca
Paolo Bonora minta Marco Bezzecchi tidak terlalu tertekan. (Gambar: Estadio Deportivo)
Paolo Bonora minta Marco Bezzecchi tidak terlalu tertekan. (Gambar: Estadio Deportivo)

Dalam dunia MotoGP, Paolo Bonora, yang menjabat sebagai petinggi Aprilia Racing, mengungkapkan harapannya agar Marco Bezzecchi dapat tampil dengan lebih lepas setelah mengalami cedera. Bonora tidak ingin Bezzecchi merasa tertekan, yang dapat berdampak negatif pada performanya.

Marco Bezzecchi sebelumnya menunjukkan performa yang mengesankan di beberapa seri awal MotoGP 2026. Namun, cedera berkepanjangan yang dialaminya membuat penampilannya menurun. Setelah kembali ke lintasan, Bezzecchi masih menghadapi tantangan untuk kembali bersaing secara kompetitif. Dalam konteks ini, Bonora menekankan pentingnya pendekatan yang lebih santai bagi Bezzecchi.

Fokus pada Pendekatan Balapan

Bonora menjelaskan, "Secara khusus, kami harus lebih memperhatikan pendekatan Marco pada balapan-balapan berdurasi panjang, membantunya agar bisa membalap dengan lebih tenang, serta tidak membebaninya dengan tekanan apa pun. Kami ingin ia berusaha menjadi bagian dari persaingan, tanpa harus selalu memaksakan diri untuk meraih kemenangan di setiap kesempatan. Bagi kami, ini ibarat lembaran musim yang baru, dan kami benar-benar menegaskan hal tersebut kepadanya, 'manfaatkan kesempatan ini, dan anggaplah ini sebagai sebuah awal yang baru'."

Kesalahan yang Harus Dikelola

Bonora juga mencatat bahwa Bezzecchi sempat melakukan beberapa kesalahan saat merasa memiliki potensi yang besar. "Kami mengamati bahwa ia sempat melakukan beberapa kesalahan justru pada saat-saat ia merasa memiliki potensi yang begitu besar. Ketika ia mampu membuktikan bahwa dirinya sanggup mencetak catatan waktu putaran terbaik dan sebenarnya memiliki margin waktu yang bisa dikelola, ia tampaknya malah berusaha menekan melebihi batas yang diperlukan pada paruh awal balapan. Oleh karena itu, kami harus benar-benar mengelola dan membenahi aspek ini dengan saksama," tambahnya.

Artikel Terkait