Pembalap KTM Red Bull, Pedro Acosta, mengakui bahwa ia mengalami kesulitan pada 10 putaran terakhir saat berlaga di MotoGP Jerman. Setelah berjuang keras selama 20 putaran awal, 10 putaran terakhir menjadi pengalaman yang sangat menantang baginya.
Acosta memulai balapan dari posisi kedelapan dan menunjukkan performa yang mengesankan pada 20 putaran pertama, berhasil merangsek ke posisi keempat dengan peluang besar untuk meraih podium. Namun, setelah memasuki 10 putaran terakhir, ia kesulitan dalam menjaga suhu ban depannya, yang berdampak pada performa keseluruhannya. Akhirnya, ia harus puas berada di peringkat keempat.
Pengalaman Buruk di Akhir Balapan
“Sampai lap ke-20 Anda masih bisa menikmati balapan, tetapi 10 lap terakhir bisa dibilang bencana. Anda hanya perlu berkendara dengan baik, berusaha agar ban tidak terlalu panas, dan berusaha bertahan. Selain itu, cukup sulit untuk menikmati balapan, karena biasanya di sini balapan berlangsung cukup cepat. Saya rasa di lap ke-10 sudah ada Marc, dua motor Trackhouse, dan saya, dan selisihnya sudah empat detik. Ini tidak terlalu menarik, tetapi bagi pembalap yang hanya berkendara sampai lap ke-20 sudah cukup,” ungkap Acosta dalam wawancaranya dengan media setempat.
Refleksi di Sesi Pemanasan
Acosta menambahkan, “Saya rasa kita bisa mengatakan ini adalah sebuah kejutan. Saya rasa tidak ada yang mengharapkan performa balapan seperti ini. Memang benar bahwa hari ini di sesi pemanasan kami mencoba banyak hal dibandingkan kemarin, dan saya pun mencoba banyak hal,” tutupnya.