Logo
Moto GP

Pedro Acosta Menilai Persaingan Juara MotoGP Hanya Antara Marquez dan Martin

Pedro Acosta tidak sependapat dengan Marc Marquez mengenai persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026, menegaskan bahwa kompetisi kini hanya melibatkan Marquez dan Jorge Martin.

D
Dharma Kusuma
07 October 2026 25 pembaca
Jorge Martin, Marc Marquez dan Pedro Acosta
Jorge Martin, Marc Marquez dan Pedro Acosta

Pembalap muda Pedro Acosta menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Marc Marquez mengenai persaingan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026. Sementara Marquez masih mempertimbangkan Marco Bezzecchi sebagai pesaing, Acosta dengan tegas menyatakan bahwa perburuan gelar kini telah menjadi "pertarungan dua kuda" antara Marquez dan Jorge Martin.

Kemenangan Marquez di MotoGP Jepang membuat persaingan di klasemen semakin ketat, di mana Marquez kini hanya tertinggal dua poin dari Martin yang memimpin. Keduanya mulai menjauh dari para pesaing lainnya, dengan Bezzecchi berada di posisi ketiga, terpaut 49 poin dari Martin.

Acosta Merasa Terpinggirkan

Dengan situasi tersebut, Acosta, yang kini berada 90 poin di belakang pemimpin klasemen, merasa dirinya sudah tidak lagi menjadi kandidat juara. Pembalap yang membela Ducati ini menyoroti perbedaan pandangannya dengan Marquez. Sementara Marquez melihat persaingan sebagai pertarungan tiga arah, Acosta justru mencoret Bezzecchi dari daftar pesaing.

"Saya pikir Kejuaraan Dunia akan menjadi perlombaan dua kuda. Kita harus melihat bagaimana kiprah Marc di Indonesia nanti, karena itu adalah sirkuit terlemahnya. Dan pada sirkuit-sirkuit di mana ia tidak boleh membuat kesalahan, ia (biasanya) tidak melakukannya," ungkap Acosta kepada Motorsport.

Performa Mengejutkan Bastianini

Selain membahas arah persaingan gelar juara, Acosta juga mengomentari penampilan mengejutkan dari Enea Bastianini, pembalap Tech3, yang menjadi pembalap KTM tercepat di Motegi. Bastianini berhasil meraih posisi keempat setelah menunjukkan kecepatan yang mengesankan di lap-lap akhir balapan.

Acosta mengungkapkan kebingungannya mengenai mengapa performa ban belakang sangat berpengaruh pada dirinya, tetapi tidak pada Bastianini. "Saya tidak mengerti bagaimana, dengan ban yang sama, Enea bisa begitu cepat dan saya sangat lambat. Tidak normal jika hanya dengan mengganti ban belakang itu sangat memengaruhi saya dan membuatnya (balapan) menjadi sangat sulit," keluhnya.

Meski demikian, Acosta tetap mengakui kehebatan Bastianini yang mampu memaksimalkan performa motor KTM. "Penampilan Enea sangat luar biasa. Dia bisa saja memenangkan balapan jika (putaran) ditambah empat lap lagi," puji Acosta menutup diskusinya.

Artikel Terkait