Pebalap KTM, Pedro Acosta, berpendapat bahwa MotoGP telah bertransformasi menjadi ajang yang sangat bergantung pada kualitas motor, mirip dengan apa yang terjadi di Formula 1. Ia menyatakan bahwa kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menghalanginya meraih kemenangan perdana di kelas utama.
Acosta mengungkapkan pandangannya tentang persaingan di MotoGP yang kini semakin dipengaruhi oleh aspek teknis motor. Menurutnya, karakter kompetisi saat ini mulai menyerupai Formula 1. Sejak debutnya di kelas premier pada tahun 2024, Acosta telah menunjukkan potensi sebagai salah satu talenta terbaik, namun hingga musim 2026, ia belum berhasil meraih kemenangan Grand Prix pertamanya.
Pengaruh Kualitas Motor
Dalam wawancara dengan Sky Italia, Acosta ditanya mengenai alasan di balik ketidakmampuannya untuk naik ke podium tertinggi. Ia menjawab, "Saya rasa MotoGP sekarang sudah sedikit seperti Formula 1. Untuk bisa menang, Anda harus memiliki paket teknis yang benar-benar kompetitif." Menurutnya, KTM masih belum bisa menyamai performa motor Ducati dan Aprilia yang saat ini menjadi acuan di MotoGP. "Jelas kami belum berada di level Aprilia, apalagi Ducati. Dalam hal itu kami masih sedikit tertinggal," ujarnya.
Walaupun demikian, Acosta tidak sepenuhnya menyalahkan motor yang ia kendarai. Ia mengakui bahwa dirinya masih memerlukan lebih banyak pengalaman, karena persaingan di MotoGP sangat berbeda dibandingkan dengan Moto2 dan Moto3. "Saya juga merasa masih kurang pengalaman. MotoGP sangat berbeda dibandingkan Moto2 dan Moto3, jadi ada banyak faktor lain yang ikut berpengaruh," jelasnya.
Menanti Kemenangan Pertama
Pernyataan Acosta cukup beralasan jika melihat performanya di KTM. Meskipun belum pernah meraih kemenangan, ia beberapa kali berhasil bersaing di barisan depan dan telah mengumpulkan 13 podium di kelas utama. Catatan tersebut menjadikannya sebagai pebalap dengan jumlah podium terbanyak tanpa satu pun kemenangan Grand Prix.
Di sisi lain, terdapat dua pebalap yang berhasil membuktikan bahwa kemenangan dapat diraih, yaitu Fermin Aldeguer dan Ai Ogura, yang sukses meraih kemenangan pada musim kedua mereka di MotoGP, dengan mengendarai motor yang dianggap lebih kompetitif. Saat ini, Acosta menjadi salah satu dari empat pebalap di grid MotoGP 2026 yang masih menanti kemenangan pertamanya, bersama Luca Marini, Toprak Razgatlioglu, dan Diogo Moreira.
Musim depan, peluang Acosta untuk mengakhiri penantian tersebut diperkirakan akan semakin meningkat. Pebalap berusia 22 tahun ini dipastikan akan bergabung dengan tim pabrikan Ducati mulai MotoGP 2027, yang membuat banyak pihak yakin bahwa ia akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing meraih kemenangan, bahkan gelar juara dunia.