KTM berhasil meraih kemenangan di ajang MotoGP setelah terakhir kali mencapainya melalui Miguel Oliveira di Grand Prix Thailand 2022, yang saat itu sangat dipengaruhi oleh cuaca hujan. Sejak saat itu, banyak perubahan yang terjadi di dalam tim. Oliveira kini berlaga di WorldSBK, sementara Pedro Acosta, yang pada waktu itu finis di posisi ke-16 di Moto2, telah menjadi juara dunia pada 2023 dan memulai debutnya di MotoGP pada 2024.
Pada balapan terbaru yang berlangsung di Red Bull Ring, Acosta menjalani tiga putaran terakhir yang terasa sangat menegangkan. Ketika ia melintasi garis finis, suasana di garasi KTM dipenuhi dengan emosi yang mendalam. Gottfried Neumeister, CEO KTM pasca-Stefan Pierer, dan Pit Beirer, direktur motorsport, saling berpelukan dengan penuh haru, melepaskan ketegangan yang telah menumpuk selama satu setengah tahun terakhir. Momen ini menjadi pengingat akan kesalahan masa lalu yang harus dihindari agar KTM tidak kembali terpuruk.
Perubahan dan Tantangan di KTM
Sebelum krisis keuangan yang diperkirakan akan terjadi pada akhir 2024, KTM sering dianggap arogan di paddock. Seorang mantan karyawan KTM mengungkapkan bahwa kebanggaan dan sikap keras kepala sering kali menjadi penghalang bagi kemajuan perusahaan. Akibatnya, KTM harus meninggalkan filosofi rangka trellis yang sebelumnya sangat dipertahankan dan beralih ke penggunaan serat karbon untuk bersaing di MotoGP.
Selama periode yang penuh tantangan ini, yang juga ditandai dengan pergantian manajer tim dan teknisi, KTM kehilangan Pedro Acosta. Pada tahun 2027, Acosta memutuskan untuk bergabung dengan Ducati, dengan ambisi untuk menjadi juara dunia menggunakan "senjata" yang sama dengan Marc Marquez. Neumeister mengakui bahwa sulit untuk mempertahankan Acosta karena tekadnya yang kuat untuk bersaing di level tertinggi.
Harapan untuk Masa Depan KTM
Saat ini, KTM berada di bawah kendali Bajaj, sebuah grup dari India, dan menghadapi tantangan dalam melakukan restrukturisasi operasional di MotoGP. Kepergian Acosta akan diimbangi dengan kedatangan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio, meskipun dukungan untuk tim Tech 3 akan berkurang secara signifikan mulai tahun 2027.
Dengan keberhasilan terbaru ini, KTM diharapkan dapat belajar dari kesalahan masa lalu yang hampir menjatuhkan mereka. Ini menjadi pelajaran penting bahwa sedikit kerendahan hati pada waktu yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi masa depan tim.