Pedro Acosta tidak berhasil mempertahankan kecepatan yang ditunjukkannya saat memenangkan MotoGP Austria, ketika memulai balapan di MotoGP Jepang 2026. Keadaan ini mengundang perhatian pengamat MotoGP, Neil Hodgson, yang terkejut melihat perbedaan jarak Acosta dengan para pembalap terdepan.
Setelah tampil mengesankan di Austria, Acosta menghadapi tantangan berat di MotoGP Jepang. Untuk pertama kalinya dalam kariernya di kelas utama, ia datang ke balapan dengan status pemenang dari seri sebelumnya. Kemenangan pertamanya di MotoGP diraih di Sirkuit Red Bull Ring dua minggu lalu. Namun, pada sesi FP1 di Sirkuit Motegi, performanya tidak sesuai harapan, menempatkannya di posisi ke-10 dengan selisih lebih dari tujuh persepuluh detik dari Marc Marquez, yang menjadi pembalap tercepat.
Perbandingan dengan MotoGP Austria
Kondisi ini sangat kontras dengan penampilannya di MotoGP Austria, di mana Acosta langsung menunjukkan kecepatan sejak sesi latihan pertama dan memimpin FP1 dengan keunggulan lebih dari 0,2 detik atas rekan setimnya, Pol Espargaro. Neil Hodgson, mantan pembalap MotoGP yang kini berperan sebagai pundit di TNT Sports, mengungkapkan keheranannya terhadap performa Acosta di Motegi, yang jauh berbeda dari penampilannya di Austria. “Dia cukup jauh dari posisi terdepan, dan itu mengejutkan jika melihat bagaimana dia tampil di Austria. Di sana dia mendominasi akhir pekan sejak lap pertama,” jelas Hodgson.
Hodgson juga menambahkan, “Jadi, sesi latihan pertama ini sedikit mengejutkan. Namun, dia masih berada di depan pembalap KTM lainnya.” Brad Binder, rekan setim Acosta, menjadi pembalap KTM terdekat di FP1, meskipun ia tertinggal lebih dari enam persepuluh detik dan menutup sesi di posisi ke-17. Dua pembalap Tech3, Maverick Vinales dan Enea Bastianini, berada di posisi ke-18 dan ke-19.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski demikian, Michael Laverty tidak terlalu khawatir dengan penampilan Acosta. Ia berpendapat bahwa Sirkuit Motegi biasanya cocok dengan gaya balap pembalap asal Spanyol tersebut. “Ini adalah sirkuit di mana Pedro biasanya tampil bagus. Dia memang sedikit di bawah ekspektasi di sini tahun lalu, tetapi setelah akhir pekan yang solid di Austria, ada kemiripan antara kedua sirkuit tersebut,” ungkap Laverty.
Laverty juga menyarankan bahwa KTM mungkin perlu melakukan penyesuaian pada motor Acosta, tetapi ia tetap optimis bahwa Acosta memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan sepanjang akhir pekan di MotoGP Jepang. “Saya masih merasa ini bisa menjadi akhir pekan Pedro. Dia akan berada dalam persaingan,” tuturnya.