Max Biaggi memberikan peringatan kepada Jorge Martin bahwa Marc Marquez tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Dengan hanya tersisa lima seri balapan dan selisih dua poin di antara keduanya, Martin diharapkan dapat menjaga konsistensi dan meningkatkan performanya.
Persaingan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas menjelang lima balapan terakhir musim ini. Jorge Martin saat ini memimpin klasemen, namun Marc Marquez terus mengintai dengan jarak hanya dua poin. Hasil balapan MotoGP Indonesia di Mandalika tidak mengubah jarak poin secara signifikan; Marquez berhasil meraih kemenangan di balapan Sprint, sementara Martin menghadapi masalah dengan tekanan ban yang mengakibatkan hilangnya posisi terdepan. Pada balapan utama, Martin menyelesaikan lomba di posisi ketiga, sedangkan Marquez berada di posisi keenam.
Persaingan yang Semakin Ketat
Meski Aprilia menunjukkan performa yang kuat dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi teratas akhir pekan lalu, Martin gagal memperlebar keunggulan di klasemen. Hal ini membuat persaingan menuju gelar juara semakin terbuka. Max Biaggi, mantan juara dunia kelas 250 cc, menilai Marquez sebagai pembalap yang paling sulit untuk dikalahkan. Ia juga mengamati bahwa performa Martin belum cukup tajam untuk menjauh dari rival-rivalnya.
“Ini kejuaraan yang luar biasa, mungkin salah satu yang terbaik, karena persaingan di klasemen sangat ketat. Ada tiga kandidat juara, dan dua di antaranya berada di posisi teratas bersama Aprilia,” ujar Biaggi. “Ducati tetap kuat dan Marquez adalah pembalap paling tangguh. Sementara itu, Bezzecchi mengalami rentetan hasil buruk yang membuatnya kehilangan sekitar 100 poin. Itu jumlah yang sangat besar jika ingin menjadi juara dunia,” tambahnya.
Peluang Jorge Martin
Biaggi juga memberikan penilaian mengenai peluang Martin untuk mempertahankan posisinya. “Martin sedikit kurang tajam. Menurut saya, saat ini dia bukan yang tercepat, tetapi dia lebih konsisten,” kata Biaggi. Sementara itu, Jorge Martin sebelumnya menyatakan tidak terlalu khawatir menjelang seri-seri terakhir. Setelah musim 2025 yang terganggu oleh cedera, ia kini merasa lebih nyaman mengendarai Aprilia RS-GP dan kembali bersaing di barisan depan.
Namun, catatan kemenangannya masih menjadi tantangan. Martin baru mencatat satu kemenangan sepanjang musim ini, sementara Marquez telah meraih enam kemenangan dari 11 balapan terakhir. Rangkaian balapan di Australia, Malaysia, dan Qatar akan menjadi ujian penting bagi keduanya. Dengan jarak poin yang sangat tipis, Martin perlu memaksimalkan performa Aprilia jika ingin mempertahankan peluang meraih gelar, sedangkan Marquez memiliki kesempatan untuk merebut kembali posisi teratas klasemen.