MotoGP telah resmi mengumumkan perubahan format akhir pekan balapan yang akan berlaku mulai tahun 2027. Perubahan ini mencakup penambahan sesi kualifikasi khusus Sprint serta penghapusan sesi pemanasan pada hari Minggu. Keputusan ini diambil dalam rapat keselamatan yang hanya dihadiri oleh empat pembalap, dan telah memicu berbagai reaksi, termasuk dari Marc Marquez yang mengaku pasrah terhadap situasi ini.
Format baru ini akan memperkenalkan kualifikasi Sprint selama 15 menit pada hari Jumat, sehingga akan ada dua sesi kualifikasi terpisah. Selain itu, durasi latihan bebas juga akan dipangkas, dan sesi pemanasan yang biasanya berlangsung selama 10 menit pada hari Minggu akan dihapus. Dengan adanya perubahan ini, risiko meningkat karena kualifikasi dan balapan menjadi sesi dengan intensitas tinggi. Sejak diperkenalkannya Sprint pada tahun 2023, tidak jarang balapan utama diikuti oleh kurang dari 22 pembalap karena cedera yang dialami.
Kritik dari Pembalap
Pedro Acosta, salah satu pembalap dari Red Bull KTM, mengungkapkan kritik terhadap format baru ini. Ia menyatakan, "Kalau Anda memiliki daftar pembalap, coba temukan empat orang yang tidak mengalami cedera sepanjang tahun." Acosta menyoroti risiko yang muncul ketika 22 motor bersaing untuk mendapatkan satu lap cepat, yang dapat menyebabkan kecelakaan dan pelanggaran yang berpotensi merugikan karier pembalap.
Marc Marquez juga menyampaikan pandangannya mengenai perubahan ini. Ia menegaskan, "Menarik untuk memahami tujuan utama perubahan ini. Bagi pembalap, akhir pekan akan lebih intens dan menguras tenaga yang mana jadwal sekarang sudah cukup padat." Ia menambahkan bahwa meskipun bukan pembalap yang membuat keputusan, mereka harus beradaptasi dengan situasi ini, "Pilihannya adalah terima saja atau keluar."
Respon Terhadap Keputusan
Keputusan ini diambil tanpa diskusi yang melibatkan banyak pihak. Dalam rapat Komite Keselamatan di sela-sela GP Jepang, hanya empat pembalap yang hadir. Francesco Bagnaia, salah satu pembalap yang hadir, mengatakan, "Kalau ada 20 pembalap dan bukannya 4, kami mungkin bisa mempengaruhi keputusannya." Ia setuju dengan pemisahan kualifikasi tetapi menganggap penghapusan warm-up sebagai isu keselamatan yang perlu dipertimbangkan.
Marco Bezzecchi juga menambahkan bahwa penghapusan sesi pemanasan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh performa buruk pada hari Jumat. Sementara itu, Presiden IRTA, Lucio Cecchinello, membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa sesi pemanasan tidak memberikan kontribusi signifikan karena perbedaan temperatur ban saat balapan di siang hari. Beberapa pembalap, seperti Jorge Martin, justru merasa senang dengan penghapusan sesi warm-up, "Saya cukup merasa senang karena tidak lagi sesi warm up, saya tidak menyukainya."
Perubahan ini juga memunculkan kembali gagasan tentang perlunya serikat pembalap setelah penambahan sesi Sprint tanpa pemberitahuan sebelumnya. Carlo Pernat, seorang pengamat senior, mengungkapkan harapannya agar para pembalap akan bereaksi terhadap perubahan yang dianggapnya tidak masuk akal dan berpotensi meningkatkan risiko di lintasan.