Logo
Moto GP

Pit Beirer Segera Tindak Lanjuti Masalah Teknis di KTM

Petinggi KTM, Pit Beirer, mengungkapkan keinginan untuk segera menangani permasalahan teknis yang sering dialami timnya, terutama terkait masalah reliabilitas yang mengganggu performa di MotoGP 2026.

B
Bayu Biru
16 July 2026 15 pembaca
Pit Beirer tegaskan KTM akan segera lakukan evaluasi. (Gambar: Corsedimoto)
Pit Beirer tegaskan KTM akan segera lakukan evaluasi. (Gambar: Corsedimoto)

Dalam upaya meningkatkan performa tim di paruh kedua MotoGP 2026, Pit Beirer, seorang petinggi di KTM, menegaskan pentingnya menyelesaikan masalah teknis yang sering mengganggu. Ia menyadari bahwa timnya, yang terdiri dari pembalap seperti Pedro Acosta, telah mengalami frustrasi akibat masalah reliabilitas yang berulang.

Evaluasi Mendalam untuk Solusi yang Tepat

Selama paruh pertama musim, KTM sering kali menghadapi kendala teknis yang mengganggu kinerja di lintasan. Menyadari hal ini, Beirer melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan solusi yang tepat. "Akhirnya kami menemukan bahwa kami menggunakan komponen bertekanan tinggi pada sistem penggerak yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan. Komponen mesin kritis ini mengalami kegagalan dalam kondisi tertentu," jelas Beirer.

Permohonan untuk Penggantian Komponen

Beirer juga menjelaskan bahwa komponen yang bermasalah berasal dari pemasok. Setelah melakukan penyelidikan, mereka dapat mengesampingkan kemungkinan kerusakan dengan komponen yang sesuai spesifikasi. "Kami telah mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi produsen MSMA, disertai dengan dokumentasi terperinci, untuk meminta izin membuka mesin yang bermasalah dalam kondisi terkontrol selama jeda musim panas guna mengganti komponen mesin kritis dengan komponen yang tepat dengan spesifikasi yang identik," tambahnya.

Ia menyatakan bahwa mereka telah menerima tanggapan positif terkait permohonan tersebut selama GP Sachsenring, meskipun beberapa tanggapan masih menunggu. "Kami berharap kerja sama yang baik di sini juga dan menunjukkan transparansi penuh kepada semua pihak yang terlibat mengenai seluruh proses," tutup Beirer.

Artikel Terkait